Kinerja reksa dana saham disalip campuran

Senin, 04 November 2013 - 14:51 WIB
Kinerja reksa dana saham...
Kinerja reksa dana saham disalip campuran
A A A
Sindonews.com - Kinerja rata-rata reksa dana campuran dari sisi imbal hasil (return) hingga akhir Oktober 2013 lebih baik dibanding reksa dana lainnya.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, kinerja reksa dana campuran hingga akhir periode Oktober 2013 tercatat memberi return rata-rata mencapai 3,25 persen atau lebih tinggi dibanding return rata-rata reksa dana saham senilai 2,5 persen dan pendapatan tetap yang minus 1,53 persen.

Analis riset PT Infovesta Utama Vilia Wati mengatakan, kinerja reksa dana campuran hingga akhir Oktober tahun ini yang lebih baik dibanding reksa dana saham karena karakteristik reksa dana saham lebih agresif, sehingga ketika bursa saham mengalami koreksi beruntun pada Juni-Agustus 2013 memberi korelasi negatif terhadap reksa dana saham dengan mengalami penurunan lebih dalam.

"Ini menyebabkan return reksa dana saham yang secara rata-rata jauh lebih tinggi ketimbang reksa dana campuran hingga Mei 2013, berangsur-angsur menyusut di periode tersebut," kata dia kepada Sindonews, Senin (4/11/2013).

Di sisi lain, Vilia menambahkan, adanya penempatan investasi pada obligasi di portofolio reksa dana campuran menopang reksa dana campuran untuk tidak tergerus sedalam reksa dana saham pada periode terkoreksinya bursa saham secara beruntun.

"Akibatnya, kinerja reksa dana campuran menjadi lebih unggul dari reksa dana saham di periode tahunan Oktober 2013," imbuh dia.

Adapun, kinerja rata-rata Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) hingga Oktober tercatat sebesar 4,49 persen. Sedangkan kinerja obligasi pemerintah minus 4,03 persen.

Sementara itu, kinerja reksa dana hingga akhir Oktober 2013 masih di bawah periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat, dengan kinerja IHSG sebesar 13,82 persen pada akhir Oktober 2012, kinerja reksa dana saham tercatat 10,04 persen, campuran mencapai 5,72 persen dan pendapatan tetap 5,72 persen, dimana obligasi pemerintah sebesar 6,48 persen.

Menurut Vilia, sentimen yang mempengaruhi menurunnya kinerja reksa dana sejak awal tahun ini dibanding tahun lalu adalah kebijakan pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM), yang kemudian diikuti dengan naiknya harga BBM.

Selain itu, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), defisit neraca perdagangan, kenaikan inflasi dan suku bunga, rilis data-data ekonomi lainnya dan laporan keuangan emiten juga memberi sentimen negatif terhadap kinerja reksa dana.

"Sementara sentimen dari global adalah kelanjutan program stimulus The Fed, penundaan pelaksanaan tapering (pemangkasan), isu debt ceiling AS, shutdown pemerintah AS serta rilis indikator ekonomi AS, China dan Uni Eropa," tutur Vilia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Menko Airlangga: Anggaran...
Menko Airlangga: Anggaran Makan Siang Gratis Diambil dari Dana BOS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved