IHSG berpeluang terkoreksi lagi
Rabu, 06 November 2013 - 08:15 WIB
IHSG berpeluang terkoreksi lagi
A
A
A
Sindonews.com - Kombinasi kejatuhan Dow Jones dan penurunan tajam EIDO:US serta pelemahan rupiah atas USD di atas Rp11.340 menjadi faktor negatif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berpeluang kembali jatuh dalam perdagangan hari ini.
Padahal, menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, IHSG seharusnya bisa memulai penguatannya setelah tekanan aksi jual mulai mereda.
"Rentang IHSG 4.381-4.468. Pola spinning tops terbentuk atas IHSG mengindikasikan melambatnya tekanan jual," terang dia, Rabu (6/11/2013).
Sayangnya, di Amerika dampak kuatnya pertumbuhan ISM Services bulan Oktober di level 55,4 dibanding data bulan September pada level 54,4 di tengah terjadinya partial shutdown selama 16 hari beberapa waktu lalu, justru mendorong investor di Wall Street melakukan aksi profit taking.
Aksi ambil untung tersebut menyebabkan Dow Jones turun 20,97 poin (0,13 persen) ditutup di level 15.618,15 disertai kenaikan The Vix sebesar 2,4 persen ditutup di level 13,24.
"Aksi ambil untung sendiri dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa dengan penguatan data ekonomi tersebut, peluang The Fed untuk mempercepat tapering off justru semakin besar," kata Edwin.
Sekitar 404 dari 500 emiten daalm Indeks S&P 500 yg telah merilis laba bersih LK Q3/2013, 69,6 persen diantaranya mengalahkan estimasi laba bersih awal analis atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata 63 persen sejak tahun 1994, dimana saat ini analis memperkirakan laba tumbuh rata-rata 4,2 persen dengan asumsi sisanya setara kejadian di atas, tetapi masih dibawah ekspektasi 1 Juli 2013 sebesar 8,5 persen.
Sedangkan untuk pendapatan, 53,3 persen diantaranya mengalahkan estimasi pendapatan awal analis atau lebih rendah dibandingkan rata-rata 61 persen sejak tahun 2002.
Padahal, menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, IHSG seharusnya bisa memulai penguatannya setelah tekanan aksi jual mulai mereda.
"Rentang IHSG 4.381-4.468. Pola spinning tops terbentuk atas IHSG mengindikasikan melambatnya tekanan jual," terang dia, Rabu (6/11/2013).
Sayangnya, di Amerika dampak kuatnya pertumbuhan ISM Services bulan Oktober di level 55,4 dibanding data bulan September pada level 54,4 di tengah terjadinya partial shutdown selama 16 hari beberapa waktu lalu, justru mendorong investor di Wall Street melakukan aksi profit taking.
Aksi ambil untung tersebut menyebabkan Dow Jones turun 20,97 poin (0,13 persen) ditutup di level 15.618,15 disertai kenaikan The Vix sebesar 2,4 persen ditutup di level 13,24.
"Aksi ambil untung sendiri dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa dengan penguatan data ekonomi tersebut, peluang The Fed untuk mempercepat tapering off justru semakin besar," kata Edwin.
Sekitar 404 dari 500 emiten daalm Indeks S&P 500 yg telah merilis laba bersih LK Q3/2013, 69,6 persen diantaranya mengalahkan estimasi laba bersih awal analis atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata 63 persen sejak tahun 1994, dimana saat ini analis memperkirakan laba tumbuh rata-rata 4,2 persen dengan asumsi sisanya setara kejadian di atas, tetapi masih dibawah ekspektasi 1 Juli 2013 sebesar 8,5 persen.
Sedangkan untuk pendapatan, 53,3 persen diantaranya mengalahkan estimasi pendapatan awal analis atau lebih rendah dibandingkan rata-rata 61 persen sejak tahun 2002.
(rna)
Lihat Juga :