SANF bukukan laba bersih Rp181,16 M
Kamis, 07 November 2013 - 14:44 WIB
SANF bukukan laba bersih Rp181,16 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Surya Artha Nusantara Finance Tbk (SANF) sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini membukukan laba bersih sebesar Rp181,16 miliar atau meningkat 3,17 persen dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp175,59 miliar.
Dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan Kamis (7/11/2013) terungkap bahwa naiknya laba bersih tidak didukung naiknya pendapatan, namun didorong kemampuan perusahaan menekan beban.
Akhir September 2013, pendapatan perseroan turun 3,74 persen ke Rp562,04 miliar dari realisasi akhir September 2012 sebesar Rp583,85 miliar. Sementara jumlah beban berhasil ditekan menjadi Rp404,03 miliar pada akhir kuartal III/2013 dari posisi akhir kuartal III/2012 sebesar Rp452,12 miliar.
Menurunnya beban tersebut, terutama berasal dari beban bunga dan keuangan yang berhasil dipangkas menjadi Rp251,6 miliar dari Rp311,88 miliar.
Sementara itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan kembali peringkat idAA- kepada SANF dengan prospek stabil.
Selain itu, Pefindo juga memberikan peringkat serupa untuk obligasi perusahaan yang belum jatuh tempo senilai Rp3,24 triliun dan MTN yang juga belum jatuh tempo sebesar Rp500 miliar dan rencana penerbitan MTN V/2013 senilai maksimal Rp300 miliar.
Analis Pefindo Hotma Parulian Manalu mengatakan, meski penurunan harga batu bara memberi pengaruh terhadap kinerja perusahaan, namun perusahaan mampu mengelola dampaknya dengan baik.
"Perusahaan masih mampu menjaga kerugian yang sangat minimal dari deliquency serta memperpanjang term of payment pembiayaan untuk menjaga kualitas asetnya," kata dia.
Hotma menjelaskan, peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dari induk usaha PT Astra International Tbk (ASII), pangsa pasar perusahaan yang kuat di bisnis pembiayaan alat berat dan permodalan yang kuat.
Kendati demikian, peringkat itu dibatasi tekanan terhadap kualitas asetnya yang disebabkan oleh volatilitas harga komoditas dan kompetisi yang ketat di indutri alat berat Indonesia.
Dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan Kamis (7/11/2013) terungkap bahwa naiknya laba bersih tidak didukung naiknya pendapatan, namun didorong kemampuan perusahaan menekan beban.
Akhir September 2013, pendapatan perseroan turun 3,74 persen ke Rp562,04 miliar dari realisasi akhir September 2012 sebesar Rp583,85 miliar. Sementara jumlah beban berhasil ditekan menjadi Rp404,03 miliar pada akhir kuartal III/2013 dari posisi akhir kuartal III/2012 sebesar Rp452,12 miliar.
Menurunnya beban tersebut, terutama berasal dari beban bunga dan keuangan yang berhasil dipangkas menjadi Rp251,6 miliar dari Rp311,88 miliar.
Sementara itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan kembali peringkat idAA- kepada SANF dengan prospek stabil.
Selain itu, Pefindo juga memberikan peringkat serupa untuk obligasi perusahaan yang belum jatuh tempo senilai Rp3,24 triliun dan MTN yang juga belum jatuh tempo sebesar Rp500 miliar dan rencana penerbitan MTN V/2013 senilai maksimal Rp300 miliar.
Analis Pefindo Hotma Parulian Manalu mengatakan, meski penurunan harga batu bara memberi pengaruh terhadap kinerja perusahaan, namun perusahaan mampu mengelola dampaknya dengan baik.
"Perusahaan masih mampu menjaga kerugian yang sangat minimal dari deliquency serta memperpanjang term of payment pembiayaan untuk menjaga kualitas asetnya," kata dia.
Hotma menjelaskan, peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dari induk usaha PT Astra International Tbk (ASII), pangsa pasar perusahaan yang kuat di bisnis pembiayaan alat berat dan permodalan yang kuat.
Kendati demikian, peringkat itu dibatasi tekanan terhadap kualitas asetnya yang disebabkan oleh volatilitas harga komoditas dan kompetisi yang ketat di indutri alat berat Indonesia.
(rna)
Lihat Juga :