Buruh tegaskan lonjakan pengangguran bukan karena UMP

Sabtu, 09 November 2013 - 14:11 WIB
Buruh tegaskan lonjakan...
Buruh tegaskan lonjakan pengangguran bukan karena UMP
A A A
Sindonews.com - Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal menolak asumsi bahwa pertambahan angka pengangguran diakibatkan kenaikan Upah Minimum Provinsi(UMP).

"Pendapat Sofjan Wanandi (Ketua Umum Apindo) itu tidak tepat," ungkapnya saat dihubungi Sindonews, Sabtu (9/11/2013).

Berdasarkan ilmu ekonomi, jelas Iqbal, bahwa sepanjang pertumbuhan ekonomi dan inflasi terkendali maka lapangan kerja masih bisa diserap dengan nilai upah tertentu.

Faktanya di Indonesia, satu persen pertumbuhan ekonomi menurut Bapenas masih bisa menyerap 325 ribu tenaga kerja baru.

"Dengan demikian, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia 6 persen pada 2013, maka ada 1,8 juta tenaga baru yang terserap," ungkapnya.

Dia menambahkan, kecuali jika pertumbuhan ekonominya minus, maka kenaikan upah akan berpengaruh negatif terhadap lapangan kerja dan tenaga kerja yang diserap.

"Kan ini ekonominya tumbuh, jadi tidak tepat jika dikatakan kenaikan upah akan membuat pengangguran bertambah," ujar Said.

Diberitakan sebelumnya, Ketum Apindo Sofyan Wanandi mengungkapkan, jika tahun lalu UMP Rp2,2 juta dan sekarang Rp2,4 juta, kemudian tahun depan naik lagi, maka jumlah pengangguran di Indonesia akan bertambah. "Banyak buruh yang di PHK, akibat perusahaan tidak sanggup membayar upah," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Soal Pemotongan Upah...
Soal Pemotongan Upah Buruh 25%, Presiden KSPI: Pengangguran Bisa Meningkat
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
Pengamat: RUU Cipta...
Pengamat: RUU Cipta Kerja Bukan Hanya Untungkan Pengusaha
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Berita Terkini
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
15 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
3 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved