Rupiah diprediksi tertekan tingginya permintaan USD

Kamis, 14 November 2013 - 08:39 WIB
Rupiah diprediksi tertekan...
Rupiah diprediksi tertekan tingginya permintaan USD
A A A
Sindonews.com - Derasnya sentimen negatif yang berhembus membuat laju rupiah kian merosot terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang justru makin diminati investor seiring laju euro yang mulai tertahan kenaikannya. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) hingga saat ini belum membawa efek positif terhadap rupiah.

"Sentimen-sentimen negatif telah melemahkan nilai tukar rupiah yang ternyata juga tidak terimbas positif terhadap kenaikan BI Rate. Rupiah di bawah target support Rp11.625. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.660-11.582/USD mengacu kurs tengah BI," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (14/11/2013).

Di luar negeri, pelaku pasar memanfaatkan laju euro yang mulai tertahan kenaikannya seiring dengan persepsi factory output zona Euro yang turun dan pertumbuhan yang masih akan melambat untuk beralih ke USD.

Dipilihnya USD sebagai target peralihan mata uang karena pasar melihat USD masih menunjukkan tren kenaikannya seiring dengan masih beredarnya spekulasi tapering off yang akan mulai dilakukan pada Desember 2013.

Kondisi ini mengakibatkan tingginya minat akan USD yang mendorong penguatan atas mata uang tersebut, sehingga tak pelak membuat mata uang negara-negara emerging market termasuk Indonesia kian tertekan dan tergerus.

"Belum lagi laju yen yang masih bergerak melemah dengan adanya spekulasi bulan depan BoJ akan menambah stimulus ekonominya," pungkas Reza.

Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir stagnan di level Rp11.605/USD. Sementara rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin di level Rp11.664/USD atau terdepresiasi 66 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.578/USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Sambil Jalan-jalan ke...
Sambil Jalan-jalan ke PRJ 2026, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Bebas Denda
14 menit yang lalu
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
28 menit yang lalu
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
56 menit yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
1 jam yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Negara Asia yang Diprediksi...
Negara Asia yang Diprediksi akan Terlibat Perang Dunia 3
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved