Produksi semen nasional 2016 diperkirakan 80 juta ton
Kamis, 14 November 2013 - 13:38 WIB
Produksi semen nasional 2016 diperkirakan 80 juta ton
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memproyeksikan, kapasitas produksi semen nasional akan mencapai 80 juta ton pada 2016 dari sembilan produsen semen di Indonesia, atau meningkat dibanding akhir 2013 yang diperkirakan sebanyak 58,270 juta ton.
Ekspansi sejumlah produsen semen di Indonesia menjadi pemicu kenaikan kapasitas tersebut. "Kapasitas semen dalam negeri pada 2016 akan mencapai 79,220 juta ton. Angka tersebut dihasilkan dari sembilan perusahaan yang sudah lama di Indonesia," ujar Ketua ASI, Widodo Santoso, di balai kartini, Jakarta, Kamis(14/11/2013).
Dia menjelaskan, target tersebut didapat melalui data peningkatan hasil sembilan perusahaan semen di Indonesia.
Semen Padang yang menghasilkan 6,5 juta ton pada 2013 dan diperkirakan akan menghasilkan 8,160 juta ton pada 2014 dan 9,250 juta ton pada 2015 dan 2016. Selain Semen padang, delapan perusahaan semen lainnya adalah Lafarge, Baturaja, Indocement, Holcim, Semen Indonesia, Tonasa, Bososwa, dan Kupang.
Untuk Lafarge diperkirakan akan memiliki kepasitas 1,6 juta ton pada 2013 dan 3,2 juta ton pada periode 2014 hingga 2016. Semen Baturaja menghasilkan 1,5 juta ton pada 2013 dan meningkat menjadi 2,6 juta ton di 2014, sedangkan 2015 dan 2016 menghasilkan semen sebesar 2,7 juta ton.
Sementara, Indocement mencapai 20,5 juta ton pada tahun ini dan akan meningkat menjadi 23,1 juta ton hingga 2016. Sedangkan semen Holcim menghasilkan 9,1 juta ton di 2013 dan bertambah 1,6 juta ton menjadi 10,7 juta ton mulai tahun depan hingga 2016.
Semen Indonesia juga meningkat dengan menghasilkan 13,3 juta juta ton semen pada tahun ini. Pada 2014 dan 2015 Semen Indonesia akan menghasilkan 14,5 juta ton dan 17 juta juta ton pada 2016. Lain lagi dengan semen Tonasa yang stabil mengahasilkan semen sebesar 6,7 juta ton hingga 2016.
Sementara, semen Bosowa menghasilkan 3,4 juta ton pada tahun ini, meningkat menjadi 5,5 juta ton pada tahun depan, dan akan menghasilkan 6 juta ton pada 2015 dan 2016. Terakhir, Semen Kupang yang stabil menghasilkan 570 ribu ton dari tahun ini hingga 2016.
Widodo mengatakan, dengan melihat jumlah kapasitas semen di Indonesia pada 2016, dia menyebut bahwa Indonesia bisa melakukan ekspor pada tahun tersebut. Selain itu, dengan jumlah tersebut, persediaan semen di Indonesia dapat bertahan hingga 2020.
"Jumlah tersebut akan bertahan hingga 2020. Namun, dari rentang 2016 hingga 2020 nantinya kan ada pabrik baru lagi, jadi jumlah persediaan semen akan terus meningkat. Jadi bukan berarti produksi semen akan berhenti," pungkas Widodo.
Ekspansi sejumlah produsen semen di Indonesia menjadi pemicu kenaikan kapasitas tersebut. "Kapasitas semen dalam negeri pada 2016 akan mencapai 79,220 juta ton. Angka tersebut dihasilkan dari sembilan perusahaan yang sudah lama di Indonesia," ujar Ketua ASI, Widodo Santoso, di balai kartini, Jakarta, Kamis(14/11/2013).
Dia menjelaskan, target tersebut didapat melalui data peningkatan hasil sembilan perusahaan semen di Indonesia.
Semen Padang yang menghasilkan 6,5 juta ton pada 2013 dan diperkirakan akan menghasilkan 8,160 juta ton pada 2014 dan 9,250 juta ton pada 2015 dan 2016. Selain Semen padang, delapan perusahaan semen lainnya adalah Lafarge, Baturaja, Indocement, Holcim, Semen Indonesia, Tonasa, Bososwa, dan Kupang.
Untuk Lafarge diperkirakan akan memiliki kepasitas 1,6 juta ton pada 2013 dan 3,2 juta ton pada periode 2014 hingga 2016. Semen Baturaja menghasilkan 1,5 juta ton pada 2013 dan meningkat menjadi 2,6 juta ton di 2014, sedangkan 2015 dan 2016 menghasilkan semen sebesar 2,7 juta ton.
Sementara, Indocement mencapai 20,5 juta ton pada tahun ini dan akan meningkat menjadi 23,1 juta ton hingga 2016. Sedangkan semen Holcim menghasilkan 9,1 juta ton di 2013 dan bertambah 1,6 juta ton menjadi 10,7 juta ton mulai tahun depan hingga 2016.
Semen Indonesia juga meningkat dengan menghasilkan 13,3 juta juta ton semen pada tahun ini. Pada 2014 dan 2015 Semen Indonesia akan menghasilkan 14,5 juta ton dan 17 juta juta ton pada 2016. Lain lagi dengan semen Tonasa yang stabil mengahasilkan semen sebesar 6,7 juta ton hingga 2016.
Sementara, semen Bosowa menghasilkan 3,4 juta ton pada tahun ini, meningkat menjadi 5,5 juta ton pada tahun depan, dan akan menghasilkan 6 juta ton pada 2015 dan 2016. Terakhir, Semen Kupang yang stabil menghasilkan 570 ribu ton dari tahun ini hingga 2016.
Widodo mengatakan, dengan melihat jumlah kapasitas semen di Indonesia pada 2016, dia menyebut bahwa Indonesia bisa melakukan ekspor pada tahun tersebut. Selain itu, dengan jumlah tersebut, persediaan semen di Indonesia dapat bertahan hingga 2020.
"Jumlah tersebut akan bertahan hingga 2020. Namun, dari rentang 2016 hingga 2020 nantinya kan ada pabrik baru lagi, jadi jumlah persediaan semen akan terus meningkat. Jadi bukan berarti produksi semen akan berhenti," pungkas Widodo.
(izz)
Lihat Juga :