Tekanan jual masih besar, IHSG kemungkinan merah
Jum'at, 22 November 2013 - 08:35 WIB
Tekanan jual masih besar, IHSG kemungkinan merah
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi melemah. IHSG diprediksi bergerak pada kisaran support 4.285-4.312 dan resistance 4.358-4.362.
"Laju IHSG banyak berada di bawah target support 4.358-4.383 yang memberi gambaran masih besarnya aksi jual yang terjadi. Bahkan IHSG telah menembus garis ketahanan support, sehingga membuat IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya," kata Reza, Jumat (22/11/2013).
Dari luar negeri, pelemahan IHSG disumbang oleh sentimen negatif respon pelaku pasar atas hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang mensinyalkan akan adanya pengurangan pembelian obligasi AS dalam beberapa bulan ke depan.
Di samping itu, data tenaga kerja AS yang membaik juga memberi sentimen positif. Selain itu, sentimen negatif yang datang dari China pun turut melengkapi kombinasi beban pelemahan IHSG. Pelemahan IHSG juga terimbas pelemahan laju bursa saham Asia setelah rilis pre-HSBC manufacturing PMI China menunjukkan adanya penurunan.
Pada perdagangan kemarin, minus 24,58 poin atau 0,57 persen ke level 4.326,21 dipicu meningkatnya tekanan jual investor asing. Pelemahan itu seiring dengan melemahnya mayoritas bursa kawasan Asia.
Nilai transaksi pada perdaagngan kemarin tercatat sebesar Rp4,01 triliun dengan 3,25 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp582,65 miliar. Tercatat sebanyak 91 saham naik, 176 saham melemah dan 95 saham stagnan.
"Laju IHSG banyak berada di bawah target support 4.358-4.383 yang memberi gambaran masih besarnya aksi jual yang terjadi. Bahkan IHSG telah menembus garis ketahanan support, sehingga membuat IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya," kata Reza, Jumat (22/11/2013).
Dari luar negeri, pelemahan IHSG disumbang oleh sentimen negatif respon pelaku pasar atas hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang mensinyalkan akan adanya pengurangan pembelian obligasi AS dalam beberapa bulan ke depan.
Di samping itu, data tenaga kerja AS yang membaik juga memberi sentimen positif. Selain itu, sentimen negatif yang datang dari China pun turut melengkapi kombinasi beban pelemahan IHSG. Pelemahan IHSG juga terimbas pelemahan laju bursa saham Asia setelah rilis pre-HSBC manufacturing PMI China menunjukkan adanya penurunan.
Pada perdagangan kemarin, minus 24,58 poin atau 0,57 persen ke level 4.326,21 dipicu meningkatnya tekanan jual investor asing. Pelemahan itu seiring dengan melemahnya mayoritas bursa kawasan Asia.
Nilai transaksi pada perdaagngan kemarin tercatat sebesar Rp4,01 triliun dengan 3,25 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp582,65 miliar. Tercatat sebanyak 91 saham naik, 176 saham melemah dan 95 saham stagnan.
(rna)
Lihat Juga :