Kadin berharap RI jadi negara industri besar di dunia
Jum'at, 22 November 2013 - 11:07 WIB
Kadin berharap RI jadi negara industri besar di dunia
A
A
A
Sindonews.com - Program hilirisasi mineral dapat menciptakan nilai tambah yang tinggi dan memiliki efek berganda yang luar biasa terhadap Indonesia.
Potensi mineral selama ini memang sangat besar, namun belum diolah dengan baik. Sehingga program hilirisasi mineral dinilai sangat strategis untuk kepentingan bangsa dan negara.
Atas hal tersebut, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah, Natsir Mansyur menilai, untuk merealisasikan percepatan program hilirisasi di sektor mineral memerlukan komitmen bersama dalam Indonesia incorporated. Antara lain pemerintah, Kadin dan DPR.
Dia mengatakan, arti penting membangun industri pengolahan dan pemurnian (smelter) untuk kepentingan Indonesia sebagai negara industri, yang selama ini struktur industri nasional kurang sehat.
Di mana impor bahan baku besar, ketergantungan kepada negara lain besar, pengaruh ke sektor moneter pun besar, termasuk pengaruh kepada APBN juga menjadi besar.
"Kita berharap saat Indonesia bangkit sebagai negara industri besar di dunia nantinya. Indonesia punya cadangan minerba dan industri pengolahan yang menunjang," kata Natsir yang juga merupakan Direktur Utama PT Indosmelt dalam rilisnya, Jumat (22/11/2013).
Pembangunan smelter oleh pengusaha, kata dia, merupakan wujud kongkrit pengusaha untuk membangun Indonesia sebagai negara industri, dan hal tersebut perlu dipahami oleh bangsa ini yang kaya sumber daya mineral.
"Kita bisa fokus pada smelter tembaga, emas, aluminium, nikel, besi, jika perlu smelter uranium. Tetapi masih ada yang mengganjal terhadap program hilirisasi minerba ini yang memerlukan perbaikan bersama," ungkap Natsir.
Dia menjelaskan, membangun smelter butuh waktu lima tahun mulai dari perencanaan sampai produksi awal. Karena itu, masih ada waktu membenahi regulasi dan UU yang mendukung program hilirisasi lantaran pembangunan smelter sifatnya jangka panjang, modal besar, dan teknologi tinggi.
"Ini untuk kepentingan bangsa yang efek kebawahnya juga akan dinikmati bangsa Indonesia. Kadin berharap pembangunan smelter ini perlu dipercepat," pungkas Natsir.
Potensi mineral selama ini memang sangat besar, namun belum diolah dengan baik. Sehingga program hilirisasi mineral dinilai sangat strategis untuk kepentingan bangsa dan negara.
Atas hal tersebut, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah, Natsir Mansyur menilai, untuk merealisasikan percepatan program hilirisasi di sektor mineral memerlukan komitmen bersama dalam Indonesia incorporated. Antara lain pemerintah, Kadin dan DPR.
Dia mengatakan, arti penting membangun industri pengolahan dan pemurnian (smelter) untuk kepentingan Indonesia sebagai negara industri, yang selama ini struktur industri nasional kurang sehat.
Di mana impor bahan baku besar, ketergantungan kepada negara lain besar, pengaruh ke sektor moneter pun besar, termasuk pengaruh kepada APBN juga menjadi besar.
"Kita berharap saat Indonesia bangkit sebagai negara industri besar di dunia nantinya. Indonesia punya cadangan minerba dan industri pengolahan yang menunjang," kata Natsir yang juga merupakan Direktur Utama PT Indosmelt dalam rilisnya, Jumat (22/11/2013).
Pembangunan smelter oleh pengusaha, kata dia, merupakan wujud kongkrit pengusaha untuk membangun Indonesia sebagai negara industri, dan hal tersebut perlu dipahami oleh bangsa ini yang kaya sumber daya mineral.
"Kita bisa fokus pada smelter tembaga, emas, aluminium, nikel, besi, jika perlu smelter uranium. Tetapi masih ada yang mengganjal terhadap program hilirisasi minerba ini yang memerlukan perbaikan bersama," ungkap Natsir.
Dia menjelaskan, membangun smelter butuh waktu lima tahun mulai dari perencanaan sampai produksi awal. Karena itu, masih ada waktu membenahi regulasi dan UU yang mendukung program hilirisasi lantaran pembangunan smelter sifatnya jangka panjang, modal besar, dan teknologi tinggi.
"Ini untuk kepentingan bangsa yang efek kebawahnya juga akan dinikmati bangsa Indonesia. Kadin berharap pembangunan smelter ini perlu dipercepat," pungkas Natsir.
(izz)
Lihat Juga :