IHSG awal pekan diprediksi mendatar
Senin, 25 November 2013 - 08:15 WIB
IHSG awal pekan diprediksi mendatar
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum bisa bergerak terlalu leluasa jelang Desember 2013 ini. Bahkan, lajunya pada perdagangan hari ini diproyeksi hanya mendatar (flat).
"Faktor penggerak market, yakni Dow Jones pad Jumat ditutup menguat, tetapi EIDO:US turun 0,67. Di sisi lain, laju rupiah berada di level Rp11.685, sehingga IHSG berpeluang flat cenderung menguat terbatas," kata Edwin, Senin (25/11/2013).
Sayangnya, dari sisi teknikal tampaknya laju IHSG belum bisa terlalu optimistis terlihat dari trennya yang masih bearish. Rentang IHSG, dia memprediksi, berada pada kisaran 4.270-4.351.
"Pola black candle terbentuk atas IHSG mengindikasikan bearish reversal (pelemahan lanjutan)," ujar dia.
Dari luar negeri, Edwin melihat, Dow Jones berpotensi mencatatkan level tertinggi barunya setelah seminggu lalu naik 103,07 poin (0,64 persen), yang artinya membukukan kenaikan tujuh minggu berturut-turut di tahun yang sangat kuat untuk saham.
"Kenaikan tujuh minggu tersebut akan disambut dengan bulan Desember, dimana sejak tahun 1950, bulan Desember adalah bulan kenaikan terbaik untuk Dow, sehingga bukan mustahil akan tercipta level new highest kembali untuk Dow," tutur Edwin.
Di lain pihak, minggu ini adalah minggu pendek di Wall Street karena pasar bersiap menyambut Christmas Shopping yang akan diawali dengan black friday di hari Jumat dan sehari sebelumnya akan dirayakan Thanksgiving di hari Kamis.
Dengan demikian, Edwin menjelaskan, praktis Wall Street hanya akan beroperasi selama tiga hari perdagangan dengan fokus beberapa data ekonomi, seperti market services PMI, pending home sales, S&P/Case-Shiller home prices, FHFA home prices, consumer confidence, durable goods, personal income, Chicago PMI, consumer sentiment dan new home sales.
"Faktor penggerak market, yakni Dow Jones pad Jumat ditutup menguat, tetapi EIDO:US turun 0,67. Di sisi lain, laju rupiah berada di level Rp11.685, sehingga IHSG berpeluang flat cenderung menguat terbatas," kata Edwin, Senin (25/11/2013).
Sayangnya, dari sisi teknikal tampaknya laju IHSG belum bisa terlalu optimistis terlihat dari trennya yang masih bearish. Rentang IHSG, dia memprediksi, berada pada kisaran 4.270-4.351.
"Pola black candle terbentuk atas IHSG mengindikasikan bearish reversal (pelemahan lanjutan)," ujar dia.
Dari luar negeri, Edwin melihat, Dow Jones berpotensi mencatatkan level tertinggi barunya setelah seminggu lalu naik 103,07 poin (0,64 persen), yang artinya membukukan kenaikan tujuh minggu berturut-turut di tahun yang sangat kuat untuk saham.
"Kenaikan tujuh minggu tersebut akan disambut dengan bulan Desember, dimana sejak tahun 1950, bulan Desember adalah bulan kenaikan terbaik untuk Dow, sehingga bukan mustahil akan tercipta level new highest kembali untuk Dow," tutur Edwin.
Di lain pihak, minggu ini adalah minggu pendek di Wall Street karena pasar bersiap menyambut Christmas Shopping yang akan diawali dengan black friday di hari Jumat dan sehari sebelumnya akan dirayakan Thanksgiving di hari Kamis.
Dengan demikian, Edwin menjelaskan, praktis Wall Street hanya akan beroperasi selama tiga hari perdagangan dengan fokus beberapa data ekonomi, seperti market services PMI, pending home sales, S&P/Case-Shiller home prices, FHFA home prices, consumer confidence, durable goods, personal income, Chicago PMI, consumer sentiment dan new home sales.
(rna)
Lihat Juga :