Laju IHSG dibatasi variatifnya sentimen
Senin, 25 November 2013 - 08:37 WIB
Laju IHSG dibatasi variatifnya sentimen
A
A
A
Sindonews.com - Mengawali pekan terakhir November 2013, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan belum mampu bergerak terlalu agresif akibat sentimen yang berkembang cenderung variatif.
"IHSG pada awal pekan ini diperkirakan akan berada pada support 4.292-4.308 dan resistance 4.338-4.360. Sentimen yang variatif membuat laju penguatan IHSG menjadi terbatas," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (25/11/2013).
Menilik lajunya pada perdagangan akhir pekan lalu, Reza mengatakan, laju IHSG sempat berada di kisaran target support 4.285-4.312 dan juga sempat berada di kisaran target resisten 4.358-4.362, sehingga pergerakan cenderung sideways.
"Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.359,58 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.303,53 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.317,96," ujar dia.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Menurut Reza, meski IHSG sempat mengalami penguatan di awal sesi, namun akhirnya IHSG kembali terpeleset masuk ke zona merah. Hal ini lantaran adanya sentimen dari laju positif bursa saham AS hanya dimanfaatkan untuk spekulasi masuk pasar sesaat dan ketika IHSG sempat menghijau dimanfaatkan untuk aksi ambil untung.
"Mood pelaku pasar untuk jualan belum sepenuhnya sirna, sehingga IHSG pun hanya mengalami penguatan terbatas dan cenderung melemah. Diharapkan sentimen positif dari bursa saham Amerika Serikat (AS) dapat berimbas baik pada IHSG," tutur dia.
"IHSG pada awal pekan ini diperkirakan akan berada pada support 4.292-4.308 dan resistance 4.338-4.360. Sentimen yang variatif membuat laju penguatan IHSG menjadi terbatas," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (25/11/2013).
Menilik lajunya pada perdagangan akhir pekan lalu, Reza mengatakan, laju IHSG sempat berada di kisaran target support 4.285-4.312 dan juga sempat berada di kisaran target resisten 4.358-4.362, sehingga pergerakan cenderung sideways.
"Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.359,58 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.303,53 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.317,96," ujar dia.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Menurut Reza, meski IHSG sempat mengalami penguatan di awal sesi, namun akhirnya IHSG kembali terpeleset masuk ke zona merah. Hal ini lantaran adanya sentimen dari laju positif bursa saham AS hanya dimanfaatkan untuk spekulasi masuk pasar sesaat dan ketika IHSG sempat menghijau dimanfaatkan untuk aksi ambil untung.
"Mood pelaku pasar untuk jualan belum sepenuhnya sirna, sehingga IHSG pun hanya mengalami penguatan terbatas dan cenderung melemah. Diharapkan sentimen positif dari bursa saham Amerika Serikat (AS) dapat berimbas baik pada IHSG," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :