Kadin: Perbankan pemerintah masih berorientasi bisnis

Senin, 25 November 2013 - 14:21 WIB
Kadin: Perbankan pemerintah...
Kadin: Perbankan pemerintah masih berorientasi bisnis
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Kemitraan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Iwan Gunawan menilai, rendahnya penyaluran kredit bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) menunjukkan perbankan pemerintah masih berorientasi bisnis semata.

Menurutnya, perbankan pemerintah cenderung mengejar kuantitas dalam penyaluran kredit, membidik debitur skala besar. Padahal, penyaluran kredit bagi usaha mikro berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.

Dari sisi serapan tenaga kerja, kata dia, sektor usaha mikro dan kecil mampu menyerap sekitar 16 juta tenaga kerja. Dengan asumsi, sekitar 8,3 juta pelaku usaha di Jabar memiliki dua orang tenaga kerja.

"Masih banyak perbankan yang hanya memperhatikan sisi bisnis semata. Mereka belum serius mendorong ekonomi secara luas," kata dia, Senin (25/11/2013).

Iwan mengakui, secara nilai plafon kredit bagi pelaku UMK masih kecil dan tersebar. Kondisi tersebut menyebabkan biaya operasional perbankan membengkak. Namun, bunga yang ditanggung pelaku UKM juga cenderung lebih besar.

Ketika disinggung tingginya rasio kredit macet (non performing loan/NPL) usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jabar sebesar 4,2 persen, Iwan menganggap tingginya NPL UMKM disebabkan ketidaksiapan SDM perbankan.

Banyak perbankan yang awalnya tidak menggarap UMKM, saat ini menggarap sektor tersebut. Akibatnya, proses seleksi calon debitur kurang maksimal. Perbankan, lanjut dia, mestinya meniru Bank BRI. Kredit UMKM Bank BRI tinggi namun NPL rendah.

Walaupun penyaluran kredit UMK masih rendah, namun komposisi penyaluran kredit bagi UMKM di Jabar masih cukup baik. Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah VI Jabar Banten mencatat, penyaluran kredit UMKM di Jabar pada triwulan III/2013 mencapai Rp63,7 triliun.

Sekitar Rp172,9 triliun, diserap industri skala besar. Sektor UMKM menyerap sekitar 26,9 persen dari total kredit pada periode tersebut. Walaupun, pada triwulan III/2013 porsinya lebih rendah dari triwulan sebelumnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Minta Perbankan...
Sri Minta Perbankan Jangan Takut Kasih Utang ke UMKM
Akses Kredit Perbankan...
Akses Kredit Perbankan Masih Jadi Tantangan UMKM
Terungkap, Dukungan...
Terungkap, Dukungan Perbankan RI ke UMKM Kalah Jauh dari Malaysia
Salurkan Kredit ke UMKM,...
Salurkan Kredit ke UMKM, Teten Harap Perbankan Tak Perlu Agunan
Sindiran Menohok Menteri...
Sindiran Menohok Menteri Teten ke Perbankan soal Penyaluran KUR
Porsi Kredit Perbankan...
Porsi Kredit Perbankan Indonesia ke UMKM Salah Satu yang Terkecil di ASEAN
Berita Terkini
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
17 menit yang lalu
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
41 menit yang lalu
Hapus Pajak JHT, Presiden...
Hapus Pajak JHT, Presiden Buruh Klaim Kantongi Restu Dirut BPJS Ketenagakerjaan
1 jam yang lalu
Harga Eceran Tertinggi...
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi
2 jam yang lalu
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
2 jam yang lalu
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
2 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved