Suku bunga UMKM melebihi sektor retail dan korporasi

Senin, 25 November 2013 - 17:13 WIB
Suku bunga UMKM melebihi...
Suku bunga UMKM melebihi sektor retail dan korporasi
A A A
Sindonews.com - Suku bunga yang diterapkan pada Usaha Mikro Kecih dan Menengah (UMKM) rupanya jauh lebih besar dibanding dengan sektor retail dan korporasi.

Pengamant Ekonomi dari Universitas Hasanuddin Yansor Djaya mengatakan, tingginya suku bunga bagi UMKM diyakini akan memberatkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah untuk mengembangkan roda bisnisnya.

Dia mencontohkan, untuk kredit salah satu perbankan besar, kredit sektor UMKM dibebani suku bunga 19-22 persen. Untuk korporasi hanya 10 persen, sementara di sektor ritel 11 sampai 12 persen. Padahal idealnya, perbedaan suku bunga tersebut hanya di range satu persen saja.

Akibat tingginya suku bunga, kata dia, produk-produk lokal akan sulit bersaing dengan produk-produk luar negeri. Dengan suku bunga yang tinggi, UMKM juga terbebani biaya produksi yang tinggi.

“Kalau meminjam ke bank bunganya tinggi, bagaimana kita mau bersaing. Padahal UMKM itu adalah kekuatan ekonomi kita. Kalau terjadi gonjang-ganjing, yang solid adalah UMKM tersebut,” ungkapnya dalam dialog persaingan usaha yang sehat dalam industri perbankan terkait kredit usaha mikro yang digelar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di hotel Aryaduta, Makassar, Senin (25/11/2013).

Kepala Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi mengatakan, tingginya suku bunga kredit bagi UMKM di Sulawesi Selatan menunjukkan sektor ini dinilai memiliki risiko tinggi terjadinya Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet.

Meski demikian, dalam satu tahun terakhir, suku bunga kredit UMKM di Sulsel relative mengalami penurunan. Per September 2013, suku bunga UMKM Sulsel mencapai 13,95 persen. Khusus untuk usaha mikro September 2013 mencapai 15,50 persen, kredit usaha kecil 14,72 persen, dan usaha menengah pada level 12,53 persen.

Bandingkan dengan tahun sebelumnya di periode sama dimana tingkat suku bunga UMKM mencapai 14,06 persen, usaha mikro 16,69 persen, kredit usaha kecil 15,19 persen, dan usaha menengah 12,65 persen.

“Nah, kalau dibandingkan dengan suku bunga nasional, suku bunga UMKM Sulsel saat ini juga lebih tinggi. Nasional itu hanya 13,75 persen. Sehingga Sulsel lebih tinggi 0,25 persen,” jelasnya.

Meski demikian, mantan Kepala Perwakilan BI Manado ini menjamin jika ketersediaan dana yang cepat serta akses yang mudah bagi kredit UMKM tidak akan menyulitkan pelaku industri di sektor ini.

Hal ini, kata dia, tercermin dari penyerapan UMKM per September 2013 mencapai 29,15 persen dari total kredit di Sulsel atau lebih besar dibanding pangsa kredit UMKM secara nasional yang hanya mencapai 18,73 persen dari total penyaluran kredit secara nasional.

Sayangnya, tambah Suhaedi, walau masih di bawah ambang batas rasio NPL 5 persen, rasio NPL kredit UMKM di Sulsel relatif mengalami peningkatan. Per September 2013 mencapai Rp 1,092 miliar atau 4,71 persen.

“Makanya kami mengembangkan program finansial inclusion yang diharapkan akses dan resiko yang timbul semakin menurun. Apalagi Kadin Sulsel juga sudah menyatakan niatnya terlibat langsung dalam pembinaan UMKM,” urainya.

Sementara itu, Ketua Kadin Sulsel Zulkarnain Arif mengatakan, saat ini Sulsel memiliki 976 ribu UMKM. Menurutnya, ini adalah aset sebab mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

“Libatkan Kadin di dalamnya. Kami akan turun membina dan mengawasi. Sehingga kalau kredit UMKM macet maka silakan juga seret Kadin,” katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Minta Perbankan...
Sri Minta Perbankan Jangan Takut Kasih Utang ke UMKM
OJK Siap Longgarkan...
OJK Siap Longgarkan Aturan Batas Maksimum Kredit Di Masa Pandemi
Pemerintah Bakal Hapus...
Pemerintah Bakal Hapus Kredit Macet UMKM, BRI Sudah Usulkan Sejak 2021
Respons Rencana Hapus...
Respons Rencana Hapus Kredit Macet UMKM, Asprindo: Perlu Didampingi Agar Bisa Bangkit
Kenaikan Pagu Kredit...
Kenaikan Pagu Kredit BRI Dorong Kebangkitan UMKM
Triwulan I 2021, Kucuran...
Triwulan I 2021, Kucuran Kredit Sektor UMKM di Jawa Timur Minus 1,40 Persen
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
50 menit yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
1 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
2 jam yang lalu
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
2 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
2 jam yang lalu
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved