UOB Indonesia targetkan aset 2015 capai Rp100 T

Senin, 25 November 2013 - 18:36 WIB
UOB Indonesia targetkan...
UOB Indonesia targetkan aset 2015 capai Rp100 T
A A A
Sindonews.com - PT Bank UOB Indonesia menargetkan peningkatan aset perusahaan akan mencapai Rp100 triliun di 2015. Perseroan akan mengejar target tersebut dengan tetap menjaga kualitas pertumbuhan di tengah tren perlambatan ekonomi.

Presiden Direktur Bank UOB Indonesia Armand B Arief menuturkan, kinerja perusahaan yang terus positif dalam dua tahun terakhir menjadi alasan dimunculkannya target tersebut. Hingga September 2013 aset perseroan sudah mencapai Rp60 triliun, dan ditargetkan di akhir tahun ini mencapai Rp68 triliun.

"Tahun 2015 kami targetkan aset mencapai Rp100 triliun. Di tahun depan bertahap kita targetkan sebesar Rp80 triliun. Namun kami tetap akan prioritaskan di kualitas kinerjanya," ujar Armand dalam workshop bersama media di Jakarta, Senin (25/11/2013).

Dia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir perusahaan mencatat pertumbuhan dengan baik sehingga diharapkan aset juga akan terus tumbuh. Perseroan akan fokus pada pertumbuhan organik dan anorganik. Namun untuk meningkatkan aset, perseroan akan menjalankan bisnis anorganik. Seperti menggarap bisnis di lembaga keuangan lainnya.

"Selama ini kami melakukan bisnis organik saja. Namun tidak menutup kesempatan lewat anorganik, seperti akuisisi, joint venture atau lainnya. Tapi kalau sekarang belum ada," ujarnya.

Dalam bisnis organik, perseroan berusaha meningkatkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiganya sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia (BI). Perseroan menargetkan pertumbuhan tahun depan di kisaran 16-18 persen dengan mengandalkan sektor ritel.

"Untuk angka pencapaian kredit, dari BI mengimbau pertumbuhan kredit 15-17 persen, dan kami mengikuti. Tapi sektor ritel kita masih akan tumbuh karena baru," ujar dia.

Kenaikan suku bunga kredit (BI Rate) menjadi 7,5 persen disebutnya turut menahan laju pertumbuhan kredit perseroan. Penurunan laju pertumbuhan kredit ini diprediksi masih berlanjut hingga tahun 2014. "BI Rate naik tentu ada eksposur kredit. Pasti ada perlambatan pertumbuhan kredit. Namun kami harus tetap jaga kualitas," ujar dia.

Perseroan akan memperkuat segmen retail dan segmen konsumer, dua lini bisnis kredit yang selama ini menjadi andalan. "Semua sektor akan kami perkuat. Namun andalan akan ada di ritel, komersil, dan konsumer," ujar dia.

Dalam laporan kinerja 2012, laba bersih UOB Indonesia mencapai Rp1,112 triliun atau naik 40,09 persen dari laba bersih pada 2011 yang mencapai Rp782 miliar. Kenaikan laba bersih diikuti dengan lonjakan kredit yang mencapai Rp44,476 triliun atau naik 14,43 persen dari posisi kredit pada 2011 yang mencapai Rp38,886 triliun. Sehingga Return Of Asset (ROA) perseroan tumbuh 2,60 persen pada 2012.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diduga Korsleting, Bank...
Diduga Korsleting, Bank UOB Kebon Jeruk Terbakar
UOB Siapkan Relaksasi...
UOB Siapkan Relaksasi Kredit Bagi Nasabah Terdampak Covid-19
Bank Asal Singapura...
Bank Asal Singapura Ini Bakal Angkat Orang Indonesia Jadi Dirutnya
Kevin Lam Mundur dari...
Kevin Lam Mundur dari Dirut Bank UOB, Ada Apa?
Gantikan Kevin Lam,...
Gantikan Kevin Lam, Hendra Gunawan Jadi Bos Bank UOB
Dengan Bank Digitalnya,...
Dengan Bank Digitalnya, UOB Sesumbar Bisa Bidik 5 Juta Nasabah Baru
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
25 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
33 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved