Ekspor Thailand Oktober kembali jatuh

Rabu, 27 November 2013 - 17:43 WIB
Ekspor Thailand Oktober...
Ekspor Thailand Oktober kembali jatuh
A A A
Sindonews.com - Ekspor Thailand pada Oktober 2013 kembali jatuh, menunjukkan bahwa landasan perekonomian negara tersebut masih lemah di tengah ketegangan politik di Bangkok. Data perdagangan datang di saat demonstran mencoba menggulingkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Dilansir dari Business World, Rabu (27/11/2013), Kementerian Perdagangan Thailand mencatat ekspor pada Oktober jatuh sebesar 0,7 persen di bawah tahun sebelumnya, dan dibandingkan dengan jajak pendapat Reuters untuk kenaikan sebesar 0,7 persen pada bulan lalu.

Pada September, ekspor lebih rendah 7,1 persen dari tahun sebelumnya. Di mana ekspor menyumbang lebih dari 60 persen terhadap ekonomi Thailand.

Tercatat, sejak Mei hanya satu bulan terlihat peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 3,9 persen pada Agustus. Total selama 10 bulan pertama 2013, ekspor tergelincir 0,02 persen. Kementerian Perdagangan menyalahkan kondisi ini karena pelemahan yen, harga komoditas yang rendah dan melemahnya permintaan untuk elektronik karena perubahan dalam teknologi komputer.

"Ekspor masih bisa naik 1 persen tahun ini dan pada 2014 kami berharap mendapatkan pertumbuhan 5 persen karena negara-negara besar lainnya diperkirakan akan meningkat," kata Urawee Ngowroongrueng, wakil sekretaris permanen Kementerian Perdagangan.

Pada awal tahun ini, para pejabat Thailand berharap mencatat kenaikan 9 persen, tetapi perkiraan terpangkas permintaan global yang terus melemah. Sementara impor pada Oktober turun 5,37 persen dari tahun sebelumnya, kurang dari penurunan 8,17 persen yang diperkirakan dalam jajak pendapat.

Meningkatnya ketegangan politik telah merugikan pasar keuangan Thailand, di mana investor asing memilih menjual saham dan obligasi. Demikian pula mata uang baht sedikit menurun menjadi 32,03 per USD, setelah menyentuh angka terendah dalam 11 minggu sebesar 32,090 per USD, kemarin.

ING memperkirakan kerusakan ekonomi dan pasar bersifat sementara, mirip dengan protes anti-pemerintah yang jauh lebih besar pada Maret-Mei 2010.

Pekan lalu, Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional memangkas estimasi PDB 2013 sampai 3 persen dari 3,8-4,3 persen. Pada 25 Oktober, bank sentral menurunkan proyeksi pertumbuhan untuk tahun ini menjadi 3,7 persen dari 4,2 persen dan pada 2014 menjadi 4,8 persen dari 5,0 persen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Negara Tetangga...
Ekonomi Negara Tetangga Terpuruk Nyaris Krisis, Indonesia Aman?
Demi Gaet Wisatawan...
Demi Gaet Wisatawan China, Thailand Gelontorkan Stimulus Raksasa Rp6,5 Triliun
Kekuatan Ekonomi Thailand...
Kekuatan Ekonomi Thailand vs Kamboja: Siapa yang Lebih Unggul di Tengah Perang?
Ekonomi Thailand Resesi,...
Ekonomi Thailand Resesi, Ini Dampak yang Akan Dialami Indonesia
SCG Tampilkan Inovasi...
SCG Tampilkan Inovasi Hijau untuk Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Berita Terkini
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
20 menit yang lalu
Menebar Kasih di Hari...
Menebar Kasih di Hari Raya Waisak 2026, BRI Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako bagi Umat Buddha
1 jam yang lalu
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
2 jam yang lalu
Tak Perlu Ajukan Permohonan,...
Tak Perlu Ajukan Permohonan, Denda PKB dan BBNKB Dihapus Otomatis hingga 31 Agustus
2 jam yang lalu
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved