Uang masuk ke Sulsel capai Rp4,87 T
Jum'at, 29 November 2013 - 10:00 WIB
Uang masuk ke Sulsel capai Rp4,87 T
A
A
A
Sindonews.com - Perputaran uang kartal (uang kertas dan logam) di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami peningkatan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) pada kuartal III/2013, perkembangan uang kartal di Sulsel menunjukkan aliran uang keluar (net outflow) lebih besar dibanding uang masuk (net inflow).
Tercatat peningkatan dari inflow pada kuartal III/2013 mencapai Rp4,87 triliun dibanding kuartal sebelumnya Rp3,24 triliun. Di sisi lain, outflow melonjak dari Rp2,89 triliun pada kuartal II/2013 menjadi Rp5,3 triliun pada kuartal III/2013.
"Perputaran uang kartal yang mengalami peningkakan mengindikasikan bahwa kegiatan ekonomi di Sulsel semakin meningkat, sehingga kebutuhan uang tunai juga cukup besar," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Wilayah I Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Harymurthy Gunawan, Jumat (29/11/2013).
Pada kuartal IV/2013, outflow diprediksi mengalami peningkatan seiring dengan perayaan Natal dan kebutuhan akhir tahun. Namun, khusus perayaan Natal, menurut dia, kebutuhan dana tidak sebesar Lebaran.
"Untuk hajatan Pemilu tahun depan juga kami belum bisa prediksi seberapa besar pengaruhnya, yang jelas pengaruh pasti ada," ujar dia.
Terkait peningkatan kebutuhan masyarakat akan uang tunai, dia menyatakan bahwa BI selaku Bank Sentral siap menyediakan kebutuhan masyarakat akan uang kartal, berapapun nilainya.
Tercatat peningkatan dari inflow pada kuartal III/2013 mencapai Rp4,87 triliun dibanding kuartal sebelumnya Rp3,24 triliun. Di sisi lain, outflow melonjak dari Rp2,89 triliun pada kuartal II/2013 menjadi Rp5,3 triliun pada kuartal III/2013.
"Perputaran uang kartal yang mengalami peningkakan mengindikasikan bahwa kegiatan ekonomi di Sulsel semakin meningkat, sehingga kebutuhan uang tunai juga cukup besar," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Wilayah I Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Harymurthy Gunawan, Jumat (29/11/2013).
Pada kuartal IV/2013, outflow diprediksi mengalami peningkatan seiring dengan perayaan Natal dan kebutuhan akhir tahun. Namun, khusus perayaan Natal, menurut dia, kebutuhan dana tidak sebesar Lebaran.
"Untuk hajatan Pemilu tahun depan juga kami belum bisa prediksi seberapa besar pengaruhnya, yang jelas pengaruh pasti ada," ujar dia.
Terkait peningkatan kebutuhan masyarakat akan uang tunai, dia menyatakan bahwa BI selaku Bank Sentral siap menyediakan kebutuhan masyarakat akan uang kartal, berapapun nilainya.
(rna)
Lihat Juga :