ASEAN tak perlu penyatuan mata uang

Jum'at, 29 November 2013 - 12:27 WIB
ASEAN tak perlu penyatuan...
ASEAN tak perlu penyatuan mata uang
A A A
Sindonews.com - Negara-negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) diyakini tidak memerlukan penyatuan mata uang, layaknya mata uang euro yang sekarang diberlakukan sebagai mata uang Uni Eropa.

CEO CIMB Group Dato' Sri Nazir Razak mengatakan, penyatuan mata uang ASEAN tersebut hanya akan berdampak buruk bagi negara-negara anggota ASEAN. Sebagai contoh, penyatuan mata uang tunggal di Uni Eropa pada akhirnya berdampak seperti penyakit menular ketika sebagian negara di zona tersebut mengalami krisis.

"Kita sudah lihat apa yang terjadi di Eropa dengan penyatuan mata uang tersebut," ujar Razak di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (30/11/2013).

Ketimbang menyatukan mata uang negara-negara ASEAN, dia berharap agar bea masuk impor antar negara ASEAN dapat dihapuskan. Hal itu penting dilakukan supaya negara-negara ASEAN lebih kompetitif.

"Akan ada investasi dan aktivitas perdagangan antar negara ASEAN. Hal ini akan memberikan Indonesia fleksibilitas dan tantangan tersendiri," kata dia.

Dia meyakini, tidak akan ada yang dirugikan dengan perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN.

"Satu yang akan menjadi pemenang adalah masyarakat ASEAN yang berjumlah 600 juta orang," tandas dia.

Sebelumnya, sejumlah pengamat mengatakan bahwa penyatuan mata uang harus memiliki semacam institusi yang menjamin adanya harmonisasi kebijakan antarnegara setiap saat. Harmonisasi kebijakan itu, misalnya defisit anggaran negara tidak boleh lebih dari tiga persen.

Penyatuan mata uang ASEAN sebelumnya dikhawatirkan akan menghadapi kendala besar karena heterogenitas negara-negara anggotanya. Misalnya, mata uang Indonesia berbeda dengan Kamboja, demikian juga Singapura dengan Laos.

Karena itu, terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 mendatang, dinilai tidak bisa langsung diiikuti dengan penyatuan mata uang. Pasalnya, untuk membuat mata uang tunggal ASEAN diperlukan tahapan yang lebih panjang dan kemauan politik.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Negara ASEAN yang...
5 Negara ASEAN yang Menerapkan Dedolarisasi, Gunakan Mata Uang Lokal
Kebangkitan Blockchain...
Kebangkitan Blockchain Tak Bisa Dihindari, Konsorsium ASEAN Dibentuk
Dominasi Dolar AS Terkikis,...
Dominasi Dolar AS Terkikis, Transaksi Yuan di ASEAN Tembus Rp22.000 Triliun
Sebelum Resmi Diluncurkan,...
Sebelum Resmi Diluncurkan, 9 Negara ASEAN Sepakat Terima Mata Uang BRICS
Jaga Stabilitas Ekonomi...
Jaga Stabilitas Ekonomi ASEAN, Pemerintah Indonesia Lakukan Beberapa Hal Ini
Urutan Nilai Mata Uang...
Urutan Nilai Mata Uang Negara ASEAN, dari Tertinggi sampai Terendah
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
54 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved