Suswono perkirakan produksi CPO tahun ini 25 juta ton
Jum'at, 29 November 2013 - 14:31 WIB
Suswono perkirakan produksi CPO tahun ini 25 juta ton
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, sejak 2006 Indonesia tampil sebagai produsen kelapa sawit (CPO/crude palm oil) terbesar di dunia.
Pada 2012, produksi CPO Indonesia mencapai 23,5 juta ton dan tahun ini diperkirakan tembus 25 juta ton. Luas areal kebun sawit pada 2012 mencapai 9 juta hektare (ha) dengan rincian sekitar 43 persen atau 3.773.526 ha perkebunan rakyat, sisanya perkebunan besar negara 683.227 ha dan swasta seluas 4.617.868 ha.
"Dengan laju pertumbuhan selama ini, diperkirakan pada 2025 luas areal perkebunan rakyat kelapa sawit akan semakin meningkat, menjadi sekitar 50 persen," kata Suswono dalam rilisnya, Jumat (29/11/2013).
Menurutnya, hal ini cukup menggembirakan, karena dapat meningkatkan pendapatan devisa, mendorong pembangunan daerah, mengurangi kemiskinan di pedesaan dan pengangguran. Selain itu juga sejalan dengan tiga pilar keseimbangan prinsip pembangunan berkelanjutan, yaitu layak secara ekonomi, sosial dan lingkungan.
Volume ekspor CPO pada 2012 mencapai 20,5 juta ton dengan nilai USD19,35 miliar. Angka itu sama dengan 58 persen dari nilai ekspor komoditas perkebunan yang mencapai USD33,69 miliar, atau 35 persen total ekspor produk pertanian yang mencapai USD55,92 miliar. Sementara penyerapan tenaga kerja di on-farm mencapai 3.701.321 KK.
Pada 2012, produksi CPO Indonesia mencapai 23,5 juta ton dan tahun ini diperkirakan tembus 25 juta ton. Luas areal kebun sawit pada 2012 mencapai 9 juta hektare (ha) dengan rincian sekitar 43 persen atau 3.773.526 ha perkebunan rakyat, sisanya perkebunan besar negara 683.227 ha dan swasta seluas 4.617.868 ha.
"Dengan laju pertumbuhan selama ini, diperkirakan pada 2025 luas areal perkebunan rakyat kelapa sawit akan semakin meningkat, menjadi sekitar 50 persen," kata Suswono dalam rilisnya, Jumat (29/11/2013).
Menurutnya, hal ini cukup menggembirakan, karena dapat meningkatkan pendapatan devisa, mendorong pembangunan daerah, mengurangi kemiskinan di pedesaan dan pengangguran. Selain itu juga sejalan dengan tiga pilar keseimbangan prinsip pembangunan berkelanjutan, yaitu layak secara ekonomi, sosial dan lingkungan.
Volume ekspor CPO pada 2012 mencapai 20,5 juta ton dengan nilai USD19,35 miliar. Angka itu sama dengan 58 persen dari nilai ekspor komoditas perkebunan yang mencapai USD33,69 miliar, atau 35 persen total ekspor produk pertanian yang mencapai USD55,92 miliar. Sementara penyerapan tenaga kerja di on-farm mencapai 3.701.321 KK.
(izz)
Lihat Juga :