BPR Syariah didorong jadi community bank

Senin, 02 Desember 2013 - 10:11 WIB
BPR Syariah didorong...
BPR Syariah didorong jadi community bank
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mendorong Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) menjadi community bank di wilayah operasi kerjanya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi mengatakan, hal ini dimaksudkan agar BPR bisa lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Karena itu, lanjut dia, BPR hendaknya lebih inovatif dalam menggali potensi dan kebutuhan masyarakat, di mana bank tersebut beroperasi.

"Community bank itu adalah bagaimana bank tumbuh bersama di tengah-tengah masyarakat. Saya yakin BPR akan tetap survive jika lebih kreatif dan inovatif. Dan ini akan berdampak pada percepatan pertumbuhan," katanya, Senin (2/12/2013).

Berdasarkan data BI, perkembangan BPRS di triwulan III/2013 menunjukan kinerja yang masih cukup baik. Hal ini terindikasi dari pertumbuhan aset. Di mana aset perbankan kelompok BPRS mengalami peningkatan pertumbuhan menjadi sebesar 18,17 persen (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 11,53 persen (yoy) atau menjadi Rp1,18 triliun.

Sementara, perkembangan dana pihak ketiga (DPK) dan kredit atau pembiayaan tercatat bertumbuh, namun melambat. Dari sisi penghimpunan DPK, BPRS mengalami pelambatan pertumbuhan dari 19,61 persen (yoy) pada triwulan II/2013 menjadi 28,01 persen (yoy) pada triwulan III/2013.

Untuk penyaluran kredit atau pembiayan melambat dari 27,36 persen di triwulan II/2013 menjadi 30,59 persen di triwulan III/2013.

Menurut Suhaedi, perlambatan pertumbuhan BPRS tak terlepas dari kondisi ekonomi yang juga melambat secara nasional. Sehingga berdampak pada sektor perbankan. Selain itu, ketersediaan dana juga semakin terbatas.

"Dana terbatas jadi ada perlambatan penyerapan dana. Dana ini kan juga untuk penyaluran kredit. Nah, dengan terbatasnya dana, otomatis bank yang bersangkutan tidak bisa memberikan kredit yang terlalu banyak," jelasnya.

Karena itu, kata dia, BPR mesti lebih inovatif dalam menggali potensi yang ada dalam masyarakat. "Namun yang terpenting dalam kondisi sekarang, bank makin selektif mengelola kredit sehingga resiko kredit macet bisa dikendalikan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Talkshow, BPR...
Gelar Talkshow, BPR Hasamitra Ajak Tangkap Peluang Pascapandemi
Tahun 2022, BPR Hasamitra...
Tahun 2022, BPR Hasamitra Target Kinerja Tumbuh Double Digit
Usung Konsep Community...
Usung Konsep Community Hub, Universal BPR Resmikan Kantor di Tangerang
Kembangkan Bisnis, Dua...
Kembangkan Bisnis, Dua Pendiri KoinWorks Akuisisi BPR
Dapat Kucuran Dana dari...
Dapat Kucuran Dana dari BJB, BPR Kredit Mandiri Berikan Layanan Prima
Gunakan Teknologi, Cara...
Gunakan Teknologi, Cara BPR Hadapi Era New Normal
Berita Terkini
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
11 menit yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
32 menit yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
1 jam yang lalu
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
2 jam yang lalu
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved