Wall Street berakhir terkoreksi

Selasa, 03 Desember 2013 - 08:55 WIB
Wall Street berakhir...
Wall Street berakhir terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Wall Street berakhir terkoreksi pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat karena investor tidak menemukan alasan baru mendorong pasar saham menguat setelah delapan pekan berturut-turut naik.

Indeks utama Amerika Serikat ditutup melemah di tengah positifnya data ekonomi. Pasar saham telah reli dalam beberapa pekan ini sejalan ekspektasi stimulus moneter oleh The Fed. Indeks S&P 500 menguat selama delapan pekan berturut-turut dengan keuntungan tahunan hampir 27 persen. Indeks Dow dan S&P 500 telah mencapai level tertinggi sepanjang masa berulang kali pada tahun ini.

"Kami tidak mengharapkan koreksi tajam, mengingat penguatan yang terjadi sejauh ini, namun memang tidak ada katalis yang nyata (untuk mendorong penguatan)," kata Managing Director Wealth Management Oakworth Capital Bank John Norris seperti dilansir Reuters, Selasa (3/12/2013).

Indeks aktivitas pabrik AS naik pada November menuju kinerja terbaik sejak April 2011. Selain itu, belanja konstruksi meningkat 0,8 persen pada bulan Oktober atau tertinggi sejak Mei 2009.

Sementara itu, sektor pertambangan anjlok dipicu menurunnya harga logam mulia secara signifikan, seperti emas turun 2,6 persen, perak anjlok 4,2 persen. Saham Hecla Mining Co (HL.N) terkoreksi 6,1 persen menjadi USD2,77, Silvercorp Logam (SVM.N) merosot 5,1 persen menjadi USD2,41, Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc (FCX.N) turun 1,2 persen menjadi USD34,26 .

Semalam, indeks Dow Jones turun 77,64 poin atau 0,48 persen menjadi 16.008,77; indeks S&P 500 turun 4,91 poin atau 0,27 persen ke 1.800,90 dan Nasdaq turun 14.63 poin atau 0,36 persen menjadi 4.045,26.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
28 menit yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
1 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
2 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
6 jam yang lalu
Infografis
Bansos Pangan Berakhir,...
Bansos Pangan Berakhir, Jutaan Warga AS Terancam Kelaparan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved