Defisit perdagangan AS Oktober menyempit

Rabu, 04 Desember 2013 - 21:17 WIB
Defisit perdagangan...
Defisit perdagangan AS Oktober menyempit
A A A
Sindonews.com - Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) mengecil pada Oktober, karena ekspor mencapai rekor tertinggi, menunjukkan kenaikan permintaan global yang membantu mendukung pertumbuhan domestik pada kuartal keempat (Q4) 2013.

Dilansir dari Reuters, Rabu (4/12/2013), Departemen Perdagangan AS mencatat kesenjangan perdagangan turun 5,4 persen menjadi USD40,6 miliar. Di mana kekurangan neraca perdagangan pada September direvisi menjadi USD43,0 miliar dari laporan sebelumnya USD41,8 miliar.

Sementara ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan defisit perdagangan mempersempit ke USD40,0 miliar pada Oktober.

Bila disesuaikan dengan inflasi, defisit perdagangan turun menjadi USD48,3 miliar dari USD51,4 miliar pada bulan sebelumnya. Langkah ini masuk ke dalam perhitungan produk domestik bruto (PDB) dan menyarankan perdagangan akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pada kuartal ini.

Meningkatnya ekonomi global mendongkrak permintaan ekspor AS. Pada Oktober, ekspor naik 1,8 persen menjadi USD192,7 miliar. Ini adalah rekor tertinggi dari penurunan ekspor dalam tiga bulan berturut-turut.

Ekspor minyak bumi berada di rekor tertinggi, didorong kenaikan permintaan dari China. Negara tersebut telah menjadi salah satu pasar yang tumbuh paling cepat untuk barang-barang AS, meskipun laju pertumbuhan ekspor melambat dalam beberapa bulan terakhir.

Ekspor ke Kanada dan Meksiko juga mencapai angka tertinggi sepanjang masa pada Oktober. Sementara ekspor ke 27 negara Uni Eropa naik melampaui impor.

Secara keseluruhan impor naik moderat 0,4 persen di angka USD233,3 miliar pada Oktober, sebagai angka tertinggi dalam 1,5 bulan. Sementara belanja konsumen melambat secara signifikan pada kuartal ketiga.

Perlambatan pertumbuhan impor bisa membatasi hambatan pada perekonomian dari penarikan persediaan yang diantisipasi pada kuartal keempat.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
2 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
3 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
3 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved