Data November sinyal pertumbuhan ekonomi China

Kamis, 05 Desember 2013 - 17:22 WIB
Data November sinyal...
Data November sinyal pertumbuhan ekonomi China
A A A
Sindonews.com - Data ekonomi China pada November 2013 mencerminkan momentum pertumbuhan yang stabil dan inflasi dapat melambat untuk pertama kalinya dalam 3 bulan.

Analis memprediksi Indeks Harga Konsumen, pengukur utama inflasi, akan berkembang sebesar 3,1 persen dari tahun sebelumnya pada November, dibandingkan dengan Oktober, yang menyentuh angka tertinggi dalam 8 bulan sebesar 3,2 persen.

"Angka dapat menunjukkan fluktuasi sangat kecil, yang menunjukkan stabilitas ekonomi. Tekanan inflasi dapat meringan sedikit, membantu menenangkan likuiditas pasar," ujar Lu Zhengwei, kepala ekonom Industrial Bank, seperti dilansir dari Shanghai Daily, Kamis (5/12/2013).

Namun, Indeks Harga Produsen, pengukur inflasi mungkin jatuh 1,4 persen pada bulan lalu, penyempitan dari penurunan 1,5 persen pada Oktober.

Sementara Tang Jianwei, ekonom dari Bank of Communications mengatakan, negara itu mungkin harus berani di mana angka inflasi yang lebih tinggi tahun depan. Tingkat CPI di atas 3 persen akan berlanjut di masa depan.

"Berdasarkan pengalaman masa lalu, siklus inflasi ke atas akan berlangsung sekitar dua tahun, dengan puncak datang di tahun kedua," imbuh Tang.

"Kami berharap akan ada tekanan inflasi yang lebih berat tahun depan dan puncaknya akan lebih kuat dari rekor 3,2 persen tahun ini," tambahnya.

Ekspor dan impor China diperkirakan dapat stabil setelah kinerja yang kuat dalam tiga bulan terakhir. Sementara aset investasi tetap dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekitar 20,1 persen.

Data yang telah dirilis menunjukkan bahwa dua kekuatan aktivitas manufaktur dan jasa China tetap tangguh pada November, dengan indeks pembelian manajer di angka tertinggi dalam 19 bulan sebesar 51,4 ​poin ​dan data manufaktur 56 poin.

Produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 7,7 persen pada tiga kuartal pertama, dengan tanda-tanda pemulihan dalam beberapa bulan terakhir karena permintaan meningkat di dalam dan luar negeri.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
38 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved