ASII klaim tak terlalu terpengaruh pelemahan rupiah

Jum'at, 06 Desember 2013 - 17:54 WIB
ASII klaim tak terlalu...
ASII klaim tak terlalu terpengaruh pelemahan rupiah
A A A
Sindonews.com - PT Astra Internasional Indonesia Tbk (ASII) mengklaim depresiasi rupiah tidak terlalu berdampak signifikan pada seluruh kinerja perseroan.

Presiden Direktur PT Astra Internasional, Prijono Sugiarto mengatakan, depresiasi rupiah akan memberikan tekanan pada lini bisnis otomotif terutama bisnis 2W dan 4W. Namun, divisi lainnya pada non auto seperti AAL yang gain revenue di USD serta PAMA Persada yang juga gain revenue in USD, sehingga ada balancing antara depresiasi rupiah dan menguatnya USD.

"Untuk segment otomotif, rupiah sudah mencapai Rp11.000-an dan terus beranjak naik. Sehingga harus ada penyesuaian harga yang akan kami lakukan," kata Prijono kepada sejumlah media di Jakarta, Jumat (6/12/2013).

Menurutnya, dalam hal fluktuasi asing, penguatan SD terhadap rupiah mempunyai dampak yang baik serta buruk terhadap bisnis Astra. Pada Divisi Otomotif, penguatan rupiah dinilai lebih positif, namun sebaliknya pada Divisi Alat
Berat dan Pertambangan serta Agribisnis, penguatan USD akan mempunyai dampak positif.

Prijono menjelaskan, Astra tidak akan pernah meninggalkan bisnis otomotif. "Untuk itu juga paling sedikit separuh dari belanja modal kami itu adanya di bisnis otomotif," kata dia.

Pihaknya memperkirakan pada 2014, kontribusi otomotif menyumbang 60 persen pendapatan ke perseroan. Menurutnya, hal ini karena konsentrasi bisnis perseroan lebih besar pada porsi otomotif dan turunannya. "Kami juga telah membentuk tim untuk membahas kemungkinan menseriusi masuk ke sektor properti dan asuransi jiwa," paparnya.

Sektor otomotif, kata dia, kemungkinan akan didorong penjualan mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) yang beberapa waktu lalu menjadi program pemerintah.

Sementara, untuk tahap awal masuknya Astra ke dalam bisnis properti hanya untuk memaksimalkan utilisasi atau penggunaan lahan yang telah dimiliki.

"Kami memiliki lahan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, melalui anak perusahaan kami, PT Brahmayasa Bahtera, dan juga melalui pembelian lahan yang sebelumnya milik Toyota-Astra Motor, yakni sekitar 2,3-2,4 hektare. Di atas lahan ini, kami akan membangun dua fungsi, pertama membangun Menara Astra melalui anak perusahaan kami, PT Menara Astra," terangnya.

Prijono menuturkan, Menara Astra merupakan gedung perkantoran, dimana akan menjadi kantor pusat Astra. Kedua adalah tiga residensial tower yang menempati area bagian belakang.

Menurutnya, residensial tower tersebut direncanakan akan mempunyai 500 unit yang akan dikomersialkan. Dia mengungkap, Residensial tower tersebut beroperasi di bawah PT Brahmayasa Bahtera, sebuah entitas pengendalian bersama atau joint-venture antara Astra dengan Hong Kong Land dengan porsi kepemilikan 60:40 persen.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Naik 20%, Penjualan...
Naik 20%, Penjualan Mobil Grup Astra Tembus 413.464 Unit per September 2022
Berkreasi dan Berinovasi...
Berkreasi dan Berinovasi Membantu Astra Lewati Masa Pandemi 2020
Bukan Virgin Biasa,...
Bukan 'Virgin' Biasa, VCO Inovasi Bambang Bantu Perbaikan Gizi Anak Parigi Moutong
Gegara Ini, Laba Astra...
Gegara Ini, Laba Astra Agro Anjlok 56,22%
Kembangkan Inovasi,...
Kembangkan Inovasi, Astra Tetapkan 23 Finalis yang Inspiratif
Raih Laba Rp21,70 Triliun,...
Raih Laba Rp21,70 Triliun, Astra Tebar Dividen Rp8,66 Triliun
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved