Kebijakan FCTC berpotensi melanggar HAM bidang ekonomi

Selasa, 10 Desember 2013 - 14:25 WIB
Kebijakan FCTC berpotensi...
Kebijakan FCTC berpotensi melanggar HAM bidang ekonomi
A A A
Sindonews.com - Direktur Eksekutif Setara Institute, Hendardi menilai, ratifikasi Frame Work Convention On Tobacco Control (FCTC) akan berdampak pada hilangnya pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) di bidang ekonomi, sosial dan budaya.

"Negara tidak bisa mengabaikan hak pekerjaan, hak pendapatan, hak produksi serta, hak industri," ujar Hendardi dalam rilisnya, Selasa (10/12/2013).

Dia menjelaskan, kebijakan FCTC akan memberikan dampak langsung, sehingga negara-negara tidak bisa lagi memberikan perlindungan ekonomi, sosial dan budaya (ekosob) yang merupakan tanggung jawab negara.

Menurutnya, hak ekosob merupakan hak melekat pada setiap individu dan merupakan satu kesatuan hak kemanusiaan yang perlu diperjuangkan secara menyeluruh.

"Semangat FCTC ini bertendensi pada penghilangan sebuah relasi ekonomi, sosial dan budaya sehingga berpotensi melangar HAM," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan public hearing kepada Komnas HAM sebagai bentuk gugatan dan pembelaan sejumlah aktivis HAM bersama pemangku kepentingan disektor pertembakauan (petani, buruh rokok dan tembakau dan pecinta kretek) atas kebijakan aksesi FCTC yang berpotensi melanggar HAM.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesi (APTI), Nurtantio Wisnu Brata menegaskan, jika FCTC diberlakukan, jelas ada pembatasan bagi produksi petani tembakau nasional.

Dia menjelaskan, petani memiliki kebebasan HAM di bidang ekonomi. Alhasil kebijakan FCTC itu, bisa mengubah postur pertanian tembakau nasional. Hak asasi petani menjadi terampas.

Selain itu, dalam FCTC rokok akan dilarang menggunakan rasa dan aroma dari produk kretek tersebut. Dia menegaskan, sangat tidak tepat jika pemerintah (Meskes dan Menkokesra) tetap meratifikasi FCTC. "FCTC akan mematikan keberlangsungan pertanian tembakau nasional," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pakar Paparkan Sains...
Pakar Paparkan Sains dan Teknologi di Balik Tembakau Inovatif Bebas Asap
Siasat Produsen Rokok...
Siasat Produsen Rokok Hadapi Pelemahan Daya Beli
Foom Berupaya Bantu...
Foom Berupaya Bantu Perokok Beralih ke Cara yang Lebih Aman
Pelaku IHT Duga Ada...
Pelaku IHT Duga Ada Tekanan Pihak Tertentu Soal Kenaikan Cukai Rokok
Pemerintah Diminta Lindungi...
Pemerintah Diminta Lindungi Industri Rokok Klembak Menyan
Menelisik Fenomena Rokok...
Menelisik Fenomena Rokok Ilegal
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
10 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
21 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved