OJK akan hati-hati ambil kebijakan tahun depan
Jum'at, 13 Desember 2013 - 16:29 WIB
OJK akan hati-hati ambil kebijakan tahun depan
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad akan tetap mengambil kebijakan secara hati-hati dalam sektor lembaga keuangan pada 2014 di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pasalnya, potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi akan membuat dampak bagi beberapa hal, yakni meningkatnya potensi kredit macet (Non Performing Loan/NPL).
"Pertumbuahn kredit yang sebelumnya tinggi perlu menjadi perhatian memadai terutama meningkatnya NPL," ujar Muliaman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/12/2013).
Dia juga menegaskan bahwa OJK akan terus mengambil kebijakan manajemen risiko, good corporate governance (GCG), dan pengelolaan lembaga keuangan secara hati-hati.
"Ini jadi perhatian dan tetap jadi pekerjaan rumah agar jangan cepat puas. Kita tahu industri keuangan harus mengelola risiko lebih baik dibanding dulu," imbuh dia.
Khusus untuk lembaga keuangan syariah, Muliaman juga melihat beberapa tantangan, di antaranya persaingan likuiditas yang semakin terasa terutaam di pasar reksa dana syariah dan juga modal syariah.
"Karena itu memitigasi risiko adalah tugas yang penting agar 2013 dapat kita lalui dengan membangun pondasi kuat dan memasuki 2014 dengan baik," pungkasnya.
Pasalnya, potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi akan membuat dampak bagi beberapa hal, yakni meningkatnya potensi kredit macet (Non Performing Loan/NPL).
"Pertumbuahn kredit yang sebelumnya tinggi perlu menjadi perhatian memadai terutama meningkatnya NPL," ujar Muliaman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/12/2013).
Dia juga menegaskan bahwa OJK akan terus mengambil kebijakan manajemen risiko, good corporate governance (GCG), dan pengelolaan lembaga keuangan secara hati-hati.
"Ini jadi perhatian dan tetap jadi pekerjaan rumah agar jangan cepat puas. Kita tahu industri keuangan harus mengelola risiko lebih baik dibanding dulu," imbuh dia.
Khusus untuk lembaga keuangan syariah, Muliaman juga melihat beberapa tantangan, di antaranya persaingan likuiditas yang semakin terasa terutaam di pasar reksa dana syariah dan juga modal syariah.
"Karena itu memitigasi risiko adalah tugas yang penting agar 2013 dapat kita lalui dengan membangun pondasi kuat dan memasuki 2014 dengan baik," pungkasnya.
(izz)