Sektor saham ini prospektif di 2014
Minggu, 15 Desember 2013 - 16:58 WIB
Sektor saham ini prospektif di 2014
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, ada beberapa sektor yang masih prospektif diakumulasi beli pada tahun depan.
"Ada beberapa sektor yang cukup prospektif dan aman diakumulasikan pada tahun 2014," kata dia ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Minggu(15/12/2013).
Dia memenjelaskan, sejumlah sektor yang layak diakumulasi beli tersebut adalah sektor perkebunan, terutama minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Menurut dia, CPO masih prospektif karena penghasilan yang diterima dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD). Edwin memperkirakan harga CPO masih berpotensi menguat ke level 2.900-3.000 ringgit per ton.
Sektor lain yang prospektif adalah consumer serta makanan dan minuman. Dia menuturkan, sektor tersebut akan bergairah karena faktor pemilihan umum (pemilu), dimana permintaan akan bertambah dan kenaikannya diperkirakan sekitar 0,2-0,3 persen
Ketiga, sektor perbankan diprediksi akan mencatat kinerja sangat baik pada tahun depan. Adapun rekomendasi pilihan saham sektor ini, diantaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Keempat, menurut dia adalah sektor konstruksi yang berpotensi mengguat karena pemerintah akan lebih cepat mengadakan pembangunan konstruksi. Naiknya sektor ini diikuti kenaikan sektor infrastruktur.
Edwin menjelaskan, menguatnya rupiah pada akhir 2013 akan berdampak positif pada sektor konstruksi dan infrastruktur. Pilihan saham sektor konstruksi, misalnya PT Adhi Karya Tbk (ADHi) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Sedangkan untuk sektor infrakstruktur, salah satunya adalah PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
Kelima adalah sektor industri dasar yang layak dicermati. Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diprediksi akan mengalami kenaikan dan kinerja positif yang drastis pada 2014.
Terakhir adalah sektor properti. Pada tahun politik, sektor properti akan bertahan dengan kinerja yang positif. Saham sektor properti yang layak diakumulasi beli, seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).
"Tahun 2014 untuk investasi yang paling aman tetap adalah saham," ujar Edwin.
"Ada beberapa sektor yang cukup prospektif dan aman diakumulasikan pada tahun 2014," kata dia ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Minggu(15/12/2013).
Dia memenjelaskan, sejumlah sektor yang layak diakumulasi beli tersebut adalah sektor perkebunan, terutama minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Menurut dia, CPO masih prospektif karena penghasilan yang diterima dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD). Edwin memperkirakan harga CPO masih berpotensi menguat ke level 2.900-3.000 ringgit per ton.
Sektor lain yang prospektif adalah consumer serta makanan dan minuman. Dia menuturkan, sektor tersebut akan bergairah karena faktor pemilihan umum (pemilu), dimana permintaan akan bertambah dan kenaikannya diperkirakan sekitar 0,2-0,3 persen
Ketiga, sektor perbankan diprediksi akan mencatat kinerja sangat baik pada tahun depan. Adapun rekomendasi pilihan saham sektor ini, diantaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Keempat, menurut dia adalah sektor konstruksi yang berpotensi mengguat karena pemerintah akan lebih cepat mengadakan pembangunan konstruksi. Naiknya sektor ini diikuti kenaikan sektor infrastruktur.
Edwin menjelaskan, menguatnya rupiah pada akhir 2013 akan berdampak positif pada sektor konstruksi dan infrastruktur. Pilihan saham sektor konstruksi, misalnya PT Adhi Karya Tbk (ADHi) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Sedangkan untuk sektor infrakstruktur, salah satunya adalah PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
Kelima adalah sektor industri dasar yang layak dicermati. Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diprediksi akan mengalami kenaikan dan kinerja positif yang drastis pada 2014.
Terakhir adalah sektor properti. Pada tahun politik, sektor properti akan bertahan dengan kinerja yang positif. Saham sektor properti yang layak diakumulasi beli, seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).
"Tahun 2014 untuk investasi yang paling aman tetap adalah saham," ujar Edwin.
(rna)
Lihat Juga :