RI kehabisan lapangan minyak setelah Blok Cepu

Senin, 16 Desember 2013 - 11:22 WIB
RI kehabisan lapangan...
RI kehabisan lapangan minyak setelah Blok Cepu
A A A
Sindonews.com - Direktur Pertamina Hulu Energi (PHE), Muhamad Husen mengatakan, bahwa cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia berada di ujung tanduk. Hal ini akan menimbulkan kekhawatiran dikarenakan Indonesia masih mengandalkan Blok Cepu untuk memproduksi migas.

"Setelah Blok Cepu itu, kita tidak ada lapangan minyak lagi, 10 tahun yang akan datang bagaimana," ucapnya di Ritz Carlton Pascific Place, Jakarta, Senin (16/12/2013).

Menurutnya, jika Pertamina terus melakukan impor kurang dari USD100 juta untuk memenuhi kebutuhan migas dalam negeri, maka apakah selama itu APBN dapat menyanggupi aksi impor migas tersebut. "USD100 juta kebutuhan impor, apakah APBN kita akan kuat nanti, makanya kita harus memikirkan hal itu," ujarnya.

Husen mengatakan, banyak sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan ekonomi Indonesia. Salah satunya dengan energi panas bumi yang berpotensi atau dapat dimanfaatkan sampai 29 GW setara dengan 1 juta barel. "Panas bumi baru termanfaatkan empat persen, kita hanya butuhkan kepastian kebijakan," tambahnya.

Menurutnya, saat ini Pertamina menyanggupi pemanfaatan Energi Panas Bumi jikalau memang diharuskan. Sebab, secara teknologi Pertamina tidak mengkhawatirkan. "By teknologi tidak bermasalah karena kami ngebor minyak kan 4.000 meter, kalau panas bumi mah cuma 1.000 sekian meter saja," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
Lifting Migas Kuartal...
Lifting Migas Kuartal I 2022 Masih di Bawah Target, Ini Kendalanya
Lifting Migas RI 2023...
Lifting Migas RI 2023 Belum Capai Target, SKK Migas Ungkap Biang Keroknya
Target Lifting Migas...
Target Lifting Migas 2024 Turun, SKK Migas Sebut Lebih Realistis
Potensi Migas di Jabanusa...
Potensi Migas di Jabanusa Masih Tinggi, Siap Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Hemat Devisa USD14 M...
Hemat Devisa USD14 M per Tahun, RI Uber Target Produksi Minyak 1 Juta BOPD
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved