Harga daging melambung terdongkrak pelemahan rupiah
Rabu, 18 Desember 2013 - 15:19 WIB
Harga daging melambung terdongkrak pelemahan rupiah
A
A
A
Sindonews.com - Masih tingginya harga daging yang berada di kisaran Rp93.329 per kilogram (kg) secara nasional, berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) dikarenakan masih melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Bayu Krisnamurthi mengatakan, harga daging impor memang banyak terpengaruh dampak depresiasi rupiah terutama pasokan untuk pasar segar, di mana para pedagang dan pembeli sapi menyukai sapi eks bakalan impor.
"Di pasar segar pedagangnya tetap dan pembelinya senang yang eks impor itu termasuk bakalan impor," ujar Bayu di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/12/2013).
Dia mengatakan, banyak sapi bakalan eks impor terserap di pasar becek karena mayoritas pembeli di pasar ingin memastikan kehalalan daging tersebut ketimbang berupa daging.
"Dan mereka sudah punya jaringan yang kuat diantara para pedagang dan itu yang buat intervensi impor tidak langsung masuk ke pasar segar," lanjutnya.
Untuk persiapan suplai daging 2014, Bayu mencoba membuat perencanaan yang lebih komprehensif dan melakukan intervensi menjelang hari besar keagamaan. "Itu sudah kita buat tambahannya. Ada angkanya tapi enggak hafal saya," pungkas Wamendag.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Bayu Krisnamurthi mengatakan, harga daging impor memang banyak terpengaruh dampak depresiasi rupiah terutama pasokan untuk pasar segar, di mana para pedagang dan pembeli sapi menyukai sapi eks bakalan impor.
"Di pasar segar pedagangnya tetap dan pembelinya senang yang eks impor itu termasuk bakalan impor," ujar Bayu di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/12/2013).
Dia mengatakan, banyak sapi bakalan eks impor terserap di pasar becek karena mayoritas pembeli di pasar ingin memastikan kehalalan daging tersebut ketimbang berupa daging.
"Dan mereka sudah punya jaringan yang kuat diantara para pedagang dan itu yang buat intervensi impor tidak langsung masuk ke pasar segar," lanjutnya.
Untuk persiapan suplai daging 2014, Bayu mencoba membuat perencanaan yang lebih komprehensif dan melakukan intervensi menjelang hari besar keagamaan. "Itu sudah kita buat tambahannya. Ada angkanya tapi enggak hafal saya," pungkas Wamendag.
(izz)
Lihat Juga :