Lifting migas 2014 diperkirakan meleset dari APBN

Senin, 30 Desember 2013 - 16:31 WIB
Lifting migas 2014 diperkirakan...
Lifting migas 2014 diperkirakan meleset dari APBN
A A A
Sindonews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menargetkan angka lifting migas yang sangat kecil apabila dibandingkan dengan lifting APBN 2014 mendatang.

Kepala SKK Migas Johannes Widjanarko menyebut lifting minyak versi SKK Migas hanya mencapai 830.000 barel atau meleset dari APBN 2014 sebesar 870.000 barel.

"Sedangkan gas bumi hanya mencapai 6,8 Trilion Cubic Feet (TCF)," ujar Kepala SKK Migas Johannes Widjanarko di kantor SKK Migas, City Plaza, Senin (30/12/2013).

Salah satu faktor terbesar dari melesetnya target APBN 2014 tersebut, terang Johannes adalah target rencana kerja dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak yang turun menjadi 804.000 barel.

Wijanarko juga menyalahkan waktu antara pembahasan RAPBN 2014 dengan rapat kerja SKK Migas dan KKKS merupakan penyebab tidak match-nya target lifting pada 2014 mendatang.

"Membahas RAPBN pertama bulan Juli, itetapkan bulan Oktober. Itu ebih awal dar rencana kerja tahun berjalan kita, jadi ada gap di situ," keluh Widjanarko.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
September 2021, Realisasi...
September 2021, Realisasi Lifting Migas Capai 96% dari Target
Migas Non Konvensional...
Migas Non Konvensional RI Dilirik Asing, Cadangan Paling Besar Ada di Pulau Ini
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Pascapandemi, SKK Migas...
Pascapandemi, SKK Migas Siap Tawarkan Blok Migas ke Luar Negeri
Indonesia Butuh Rp2.800...
Indonesia Butuh Rp2.800 Triliun untuk Genjot Produksi Migas di 2030
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved