Rupiah diprediksi akan tertekan

Jum'at, 03 Januari 2014 - 08:25 WIB
Rupiah diprediksi akan...
Rupiah diprediksi akan tertekan
A A A
Sindonews.com - Sama halnya dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi melemah, laju rupiah tampak kembali akan mengalami tekanan atas dolar Amerika Serikat (USD) yang kembali menguat lantaran menjadi perburuan pelaku pasar.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar kembali memburu USD setelah dirilis kenaikan pending home sales bulanan Amerika Serikat dan diikuti dengan rilis positif lanjutan dari data Redbook dan consumer confidence.

"Kekhawatiran akan mulai diterapkannya tapering off stimulus The Fed pada Januari ini kembali datang, sehingga laju rupiah pun kembali tertekan," kata Reza, Jumat (3/1/2014).

Bahkan, Reza menjelaskan, adanya rilis inflasi yang masih terkendali di bawah level 9 persen secara tahunan dan surplusnya neraca perdagangan sebesar USD776,8 juta tidak banyak memberi kontribusi positif pada laju mata uang domestik.

"Laju rupiah di bawah target support Rp12.220 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp12.268-12.196 per USD mengacu kurs tengah BI," kata dia.

Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp12.160 per USD. Posisi ini terapresiasi 11 poin dibanding penutupan perdagangan akhir tahun lalu di level Rp12.171 per USD.

Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI di level Rp12.242 per USD atau terdepresiasi 53 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.189 per USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved