IHSG diprediksi masih sepi transaksi

Senin, 06 Januari 2014 - 08:26 WIB
IHSG diprediksi masih...
IHSG diprediksi masih sepi transaksi
A A A
Sindonews.com - Mengawali pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mulai melangkah penuh tenaga didorong sudah mulai berlakunya secara efektif aturan dari Bursa Efek Indonseia (BEI), tentang perubahan jumlah lot dan fraksi saham yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan.

"Di BEI perdagangan akan full power (kekuatan penuh) dan langsung dihadapkan perubahan pada satuan perdagangan (lot size), fraksi harga saham dan batasan volume auto rejection," kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Senin (6/1/2013).

Adapun perubahan pada jumlah lot meliputi, di mana 1 lot menjadi 100 lembar dan fraksi harga akan menjadi
Sementara, aturan batas auto rejection volume penawaran jual atau permintaan beli menjadi 50.000 lot. Sedangkan Batas AR di bawah Rp500 menjadi 35 persen, range Rp500 - Rp5000 menjadi 25 persen sedangkan di atas Rp5000 menjadi 20 persen.

Sayangnya, khusus di hari Senin, merujuk kejatuhan Indonesia ITF (EIDO) sebesar -0.81 persen, dan kenaikan tipis Dow Jones sebesar +28.64 poin (+0.17 persen), justru market diperkirakan akan berlangsung sepi.

"Pemberlakuan fraksi harga dan satuan lot yang baru khususnya saham di bawah harga Rp500 menjadi kurang menarik bagi trader, karena semakin sulit mendapat short term gain karena semakin banyak effort yang harus dilakukan," kata Edwin.

Secara teknikal pun tampak pada perdagangan perdananya IHSG mengindikasikan laju yang tidak begitu bergairah. "Rentang IHSG 4,216-4,288. Pola Black Opening Marubozu terbentuk atas IHSG mengindikasikan Bearish Reversal," jelasnya.

Dari luar negeri, pekan ini pun tampaknya akan dimulai perdagangan full power yang akan menjanjikan lebih banyak action setelah kembali dari liburan. Di mana fokus utama tertuju atas laporan tenaga kerja yang akan direlease Jumat pekan ini.

Investor ingin melihat apakah terjadi lanjutan perbaikan di sektor tenaga kerja yang akan mulai terlihat dihari Rabu seiring direleasenya ADP private sector.

The Fed juga menjadi fokus hari ini berkaitan nominasi Janet Yellen untuk menggantikan Ben Bernanke sebagai Chairwoman The Fed.

The Fed pada Rabu juga akan merelease minutes meeting untuk melihat update US economy seiring dimulainya tapering senilai USD10 miliar per bulannya.

Pekan ini investor juga mulai dapat melihat indikasi kinerja emiten untuk kuartal empat 2013 dan Full Years 2013 dimulai emiten Bed Bath and Beyond, Constelation Brands dan Alcoa di tengah S&P 500 diperdagangkan PE 2015E 15x.

Sehingga bisa dikatakan cukup mahal versus rata-rata PE jangka panjang ditengah earnings S&P 500 diperkirakan tumbuh 6,3 persen di Q4/2014.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
1 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
3 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
5 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
6 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
8 jam yang lalu
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
9 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved