ATEI tolak keputusan bea keluar tembaga

Rabu, 15 Januari 2014 - 14:44 WIB
ATEI tolak keputusan...
ATEI tolak keputusan bea keluar tembaga
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Tembaga Emas Indonesia (ATEI) menolak keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan Bea Keluar (BK) Tembaga sebesar 25 persen tahun ini, 35-40 persen pada 2015, dan 50-60 persen pada 2016.

Keputusan Menkeu tersebut dinilai kurang tepat karena dilakukan secara sepihak. "Keputusan itu tidak inovatif. Ini keliru, jangan sampai APBN defisit dan pengusaha tambang yang merupakan kontributor APBN/APBD jadi korban kebijakan Menkeu," kata Ketua ATEI Natsir Mansyur dalam rilisnya, Rabu (15/1/2014).

Pihaknya menyayangkan langkah Menkeu yang menetapkan BK secara sepihak tanpa mengajak bicara pengusaha tambang tembaga, asosiasi, dan Kadin.

"Konsentrat yang diolah kadar minimumnya 15 persen, berarti sudah ada nilai tambah dari 0,5-15 persen sebesar 30 persen, ini kan sudah melalui proses industri, sudah menggunakan biaya produksi dan investasi tentu ada hitungan industrinya," terang Natsir.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah ini mengkhawtirkan, kebijakan kebijakan tersebut bisa merusak bisnis tambang ke depan.

Menurutnya, jika mineral masih mentah atau ore boleh dikenakan setinggi-tingginya, namun bila sudah menjadi konsentrat tembaga 15 persen, artinya sudah mineral olahan.

Sebelumnya, ATEI menilai keputusan pemerintah sudah tepat dengan menerbitkan PP No 1/2014 serta Permen ESDM No 1/2014 tentang peningkatan nilai tambah mineral melalui pengolahan dan pemurnian. Kebijakan tersebut mengakomodasi kepentingan pemerintah pusat dan daerah serta pengusaha pemegang IUP, IUP khusus Pengolahan pemurnian dan KK, untuk mineral tembaga.

Penetapan bea keluar, kata dia, sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan pelaku usaha. Karena adanya pertimbangan teknis industri, sehingga pemerintah tidak menetapkannya secara sepihak.

"Jangan asal menetapkan BK, karena semangat PP No 1/2014, Permen ESDM No 1/2014, sudah baik dan tepat. Namun dengan adanya penetapan BK yang tinggi akan merusak bisnis mineral tembaga, PHK terjadi, ekonomi daerah tidak jalan, dan bisnis penambang tutup," paparnya.

Natsir mengingatkan, tujuan UU Minerba, PP No 1/2014 dan Permen No 1/2014 agar program hilirisasi mineral dapat tercapai. Jika ada kebijakan yang tidak mendukung terhadap hal itu seperti keputusan Menkeu menetapkan BK yang tinggi, maka bisa mencederai semangat hilirisasi itu sendiri.

Seharusnya, kata dia, Menkeu bisa memahami semangat Indonesia incorporated, kongkritnya seperti yang dilakukan Kementrian ESDM dalam menetapkan kadar minimum dengan melibatkan Kadin, ATEI, IMA, IUP, IUP khusus pengolahan Pemurnian, KK, PT Freeport dan PT Newmont.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Teatrikal Tolak...
Aksi Teatrikal Tolak Revisi UU Minerba
UU Minerba, Antara Kritik...
UU Minerba, Antara Kritik Pengamat dan Pembelaan DPR
Taipan Batubara Disebut...
Taipan Batubara Disebut Muluskan Jalan Pengesahan UU Minerba
UU Minerba Akan Digugat...
UU Minerba Akan Digugat ke MK, Berikut Poin-poin Pasal Bermasalah
DPR Sahkan RUU Minerba...
DPR Sahkan RUU Minerba Jadi UU, Firnando: Kado Buat Rakyat
Dua Pasal Revisi UU...
Dua Pasal Revisi UU Minerba Jadi Sorotan Pengusaha
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
6 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved