Pasokan semen 2,14 juta ton di Kaltim masih kurang
Rabu, 15 Januari 2014 - 15:34 WIB
Pasokan semen 2,14 juta ton di Kaltim masih kurang
A
A
A
Sindonews.com - Pasokan semen dari berbagai produsen semen di Indonesia yang masuk ke Kalimantan Timur (Kaltim) rata-rata mencapai 2,14 juta ton per tahun. Jumlah tersebut masih kurang dan sering membuat keberadaan semen menjadi langka.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, M Jailani mengatakan, kebutuhan semen di Kaltim lebih besar dari pasokan yang ada. Pihaknya mencatat, kebutuhan semen di Kaltim setiap tahunnya berada di kisaran 2,35 juta ton.
"Semen di Kaltim dipasok dari Semen Gresik, Semen Tonasa, Semen Tiga Roda, Holcim sampai Bosowa. Kalau ditotal pasokan dari produsen ini per tahun rata-rata 2,14 juta ton," kata Jailani, Rabu (15/1/2014).
Pihaknya meyakini, jumlah kebutuhan semen di Kaltim sejatinya lebih besar dari yang mereka catat. Sebab, beberapa pengguna semen, terutama masyarakat umum, menahan diri untuk tidak membeli semen karena kelangkaan.
"Kebutuhan kita lebih besar dari pasokan. Kebutuhan semen kita saat ini berada di kisaran 5 sampai 10 persen dari pasokan yang ada selama ini. Hal ini terjadi karena pembangunan di Kaltim begitu pesat dan terus meningkat. Sehingga, kita masih terus kekurangan," kata Jailani.
Tidak heran jika Kaltim sering terjadi kelangkaan semen. Kelangkaan ini membuat sejumlah pembangunan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, menjadi tersendat. Efek lainnya, harga akan ikut melambung.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, M Jailani mengatakan, kebutuhan semen di Kaltim lebih besar dari pasokan yang ada. Pihaknya mencatat, kebutuhan semen di Kaltim setiap tahunnya berada di kisaran 2,35 juta ton.
"Semen di Kaltim dipasok dari Semen Gresik, Semen Tonasa, Semen Tiga Roda, Holcim sampai Bosowa. Kalau ditotal pasokan dari produsen ini per tahun rata-rata 2,14 juta ton," kata Jailani, Rabu (15/1/2014).
Pihaknya meyakini, jumlah kebutuhan semen di Kaltim sejatinya lebih besar dari yang mereka catat. Sebab, beberapa pengguna semen, terutama masyarakat umum, menahan diri untuk tidak membeli semen karena kelangkaan.
"Kebutuhan kita lebih besar dari pasokan. Kebutuhan semen kita saat ini berada di kisaran 5 sampai 10 persen dari pasokan yang ada selama ini. Hal ini terjadi karena pembangunan di Kaltim begitu pesat dan terus meningkat. Sehingga, kita masih terus kekurangan," kata Jailani.
Tidak heran jika Kaltim sering terjadi kelangkaan semen. Kelangkaan ini membuat sejumlah pembangunan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, menjadi tersendat. Efek lainnya, harga akan ikut melambung.
(izz)
Lihat Juga :