Dahlan kembali bantah restui Pertamina akuisisi PGN
Kamis, 16 Januari 2014 - 19:23 WIB
Dahlan kembali bantah restui Pertamina akuisisi PGN
A
A
A
Sindonews.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan kembali membantah telah memberikan persetujuan kepada PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), untuk mengambil alih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
Dahlan menegaskan, pemerintah masih memikirkan opsi terbaik masalah kisruh kedua BUMN sektor energi tersebut. “Hingga saat ini belum diputuskan,” ujarnya dalam jumpa pers di Kementerian BUMN, Kamis (16/1/2014).
Disinggung soal bocornya risalah rapat tertanggal 7 Januari 2014, Dahlan mengatakan bahwa rapat tersebut hanya mendengar masukan dari Pertamina tentang rencana bisnis ke depan.
Rapat tersebut belum memutuskan apakah Pertamina melalui Pertagas akan mengakuisisi PGN atau sebaliknya. "Yang jelas, Kementerian BUMN masih akan mendengar masukan dan analisis dari PGN mengenai 'kisruh' tersebut," tegas dia.
Menurut Dahlan, pejabat Kementerian BUMN, direksi Pertamina, dan direksi PGN telah melakukan beberapa kali pertemuan, seperti 30 Desember 2013 dan 7 Januari 2014.
“Awalnya, kami koordinasi lewat grup Blackberry Messenger. Rapat kedua di Kementerian BUMN pada 30 Desember, lalu rapat ketiga di Pertamina tanggal 7 Januari kemarin. Setelah itu, masih ada rapat lanjutan yang menghadirkan direksi PGN,” jelas dia.
Dia menambahkan, setelah mendengar analisis dari PGN, pemerintah baru akan mengambil keputusan terbaik mengenai permasalahan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebutkan, ada dua skenario yang dapat dilakukan PT Pertamina dalam melakukan akuisisi terhadap PT PGN. "Dilakukan dua tahap atau sekaligus saja satu tahap," kata Dahlan.
Secara rinci, untuk opsi akuisisi dua tahap, Dahlan menerangkan bahwa pada tahap pertama PGN mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas), baru kemudian hasil gabungan keduanya diakuisisi oleh Pertamina sebagai induk usaha.
"Antara lain mengatasi keruwetan tadi, supaya tidak ada persaingan nasional dirugikan. Bisa saja satu tahap bisa saja dua tahap," papar Dahlan.
Dahlan menambahkan, kedua opsi tersebut masih belum dapat diputuskan dalam waktu dekat ini. Namun demikian, dirinya menerangkan, untuk melancarkan prosesi tersebut, pihaknya telah menunjuk PT Danareksa (Persero) dan Bahana Sekuiritas untuk mengkaji langkah terbaik yang dapat dipilih dari dua opsi tersebut.
"Akan satu tahap atau dua tahap masih dikaji, kalau yang terbaik untuk bangsa kita ikut saja, kalau yang baik dua step, PGN beli Pertagas, PGN dibeli Pertamina ya silakan saja, tapi kajiannya belum selesai," pungkasnya.
Dahlan menegaskan, pemerintah masih memikirkan opsi terbaik masalah kisruh kedua BUMN sektor energi tersebut. “Hingga saat ini belum diputuskan,” ujarnya dalam jumpa pers di Kementerian BUMN, Kamis (16/1/2014).
Disinggung soal bocornya risalah rapat tertanggal 7 Januari 2014, Dahlan mengatakan bahwa rapat tersebut hanya mendengar masukan dari Pertamina tentang rencana bisnis ke depan.
Rapat tersebut belum memutuskan apakah Pertamina melalui Pertagas akan mengakuisisi PGN atau sebaliknya. "Yang jelas, Kementerian BUMN masih akan mendengar masukan dan analisis dari PGN mengenai 'kisruh' tersebut," tegas dia.
Menurut Dahlan, pejabat Kementerian BUMN, direksi Pertamina, dan direksi PGN telah melakukan beberapa kali pertemuan, seperti 30 Desember 2013 dan 7 Januari 2014.
“Awalnya, kami koordinasi lewat grup Blackberry Messenger. Rapat kedua di Kementerian BUMN pada 30 Desember, lalu rapat ketiga di Pertamina tanggal 7 Januari kemarin. Setelah itu, masih ada rapat lanjutan yang menghadirkan direksi PGN,” jelas dia.
Dia menambahkan, setelah mendengar analisis dari PGN, pemerintah baru akan mengambil keputusan terbaik mengenai permasalahan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebutkan, ada dua skenario yang dapat dilakukan PT Pertamina dalam melakukan akuisisi terhadap PT PGN. "Dilakukan dua tahap atau sekaligus saja satu tahap," kata Dahlan.
Secara rinci, untuk opsi akuisisi dua tahap, Dahlan menerangkan bahwa pada tahap pertama PGN mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas), baru kemudian hasil gabungan keduanya diakuisisi oleh Pertamina sebagai induk usaha.
"Antara lain mengatasi keruwetan tadi, supaya tidak ada persaingan nasional dirugikan. Bisa saja satu tahap bisa saja dua tahap," papar Dahlan.
Dahlan menambahkan, kedua opsi tersebut masih belum dapat diputuskan dalam waktu dekat ini. Namun demikian, dirinya menerangkan, untuk melancarkan prosesi tersebut, pihaknya telah menunjuk PT Danareksa (Persero) dan Bahana Sekuiritas untuk mengkaji langkah terbaik yang dapat dipilih dari dua opsi tersebut.
"Akan satu tahap atau dua tahap masih dikaji, kalau yang terbaik untuk bangsa kita ikut saja, kalau yang baik dua step, PGN beli Pertagas, PGN dibeli Pertamina ya silakan saja, tapi kajiannya belum selesai," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :