Harga emas global menuju penurunan

Sabtu, 18 Januari 2014 - 12:21 WIB
Harga emas global menuju...
Harga emas global menuju penurunan
A A A
Sindonews.com - Setelah tahun baru, emas menuju penurunan mingguan pertama dalam empat pekan didorong serangkaian data ekonomi AS yang kuat memicu kekhawatiran Federal Reserve (Fed) akan melanjutkan rencana pengurangan stimulus.

Meskipun pembelian logam mulia di China kuat mendukung harga pada Jumat (17/1/2014), ditekan dolar AS (USD) lebih kuat, namun logam mengarah pada penurunan 0,5 persen pekan ini.

Dilansir dari Financial Express, Sabtu (18/1/2014), spot emas sedikit turun USD1,241.90 per ons pada pukul 06.39 EST. Sementara emas berjangka AS untuk Februari naik sebesar 0,1 persen di angka USD1.241,40 per ons.

Permintaan diredam India, menyusul tindakan keras pemerintah untuk memangkas defisit perdagangan, dengan membatasi impor logam mulia.

Menurut analis, meskipun pembelian di China kuat menjelang Tahun Baru Imlek, membantu reli tahun ini, namun tapering off stimulus moneter dengan tanda-tanda bahwa ekonomi AS mengalami pemulihan akan mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe-haven, terutama di saat inflasi rendah.

Data terbaru AS menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran telah berkurang selama seminggu berturut-turut, mencerminkan bahwa penurunan tajam dalam pertumbuhan pekerjaan bulan lalu bersifat sementara, dipicu cuaca yang sangat dingin.

Sejauh ini, pembelian di China dalam beberapa pekan terakhir menjelang liburan Tahun Baru Imlek, pada 31 Januari, mencegah penurunan tajam harga emas.

"Namun, kami memperkirakan ini akan memudar dalam beberapa pekan mendatang setelah Tahun Baru Imlek berlalu, menyebabkan mundurnya harga emas dalam jangka pendek," kata analis ANZ, dalam catatannya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
19 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved