Bahas impor sapi, Gita hadiri WEF 2014 di Swiss

Minggu, 26 Januari 2014 - 15:47 WIB
Bahas impor sapi, Gita...
Bahas impor sapi, Gita hadiri WEF 2014 di Swiss
A A A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan menghadiri acara World Economic Forum (WEF) 2014 di Davos, Swiss, yang berlangsung pada 22-25 Januari 2014.

Salah satu agenda WEF 2014 yang dihadiri Mendag yaitu pertemuan informal World Trade Organization (WTO) tingkat Menteri. Pertemuan informal ini memberikan kesempatan bagi Dirjen WTO dan para Menteri anggota WTO untuk mereflesikan kembali Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-9 yang diadakan di Bali, Desember lalu, serta bertukar pandangan guna penyelesaian perundingan WTO.

"Ada dua hal penting yang dibicarakan dalam pertemuan ini, yaitu implementasi Paket Bali dan rencana kerja WTO dalam penyelesaian Doha Development Agenda (DDA)," ujar Mendag dalam rilisnya, Minggu (26/1/2014).

Dalam pertemuan informal tersebut, para Menteri Anggota WTO antara lain membahas mengenai langkah-langkah untuk membangun kesuksesan Bali dalam melanjutkan kinerja di WTO.

"Beberapa bulan ke depan akan menjadi saat-saat produktif dalam implementasi Paket Bali dan membangkitkan kembali DDA," ujarnya.

Keberhasilan di Bali, lanjut Mendag, dapat berfungsi sebagai suatu kerangka kerja untuk perundingan multilateral di masa mendatang, termasuk menyelesaikan DDA. "Kredibilitas kita sekarang tergantung pada tekad kita untuk menyelesaikan yang telah kita capai di Bali, Desember lalu," tegasnya.

Pada kunjungan tersebut, Gita juga hadir sebagai panelis dalam acara Lippo Lunch Dialogue bersama-sama dengan Jean Claude Trichet (mantan European Central Bank President), Jim O’Neill (mantan Goldman Sachs Asset Management Chairman), dan Mahendra Siregar (Kepala BKPM).

Ada tiga hal yang dibahas dalam dialog tersebut yaitu kebijakan moneter The Fed dan dampaknya terhadap emerging markets, prediksi ekspor dan pertumbuhannya, dan risiko politik pada emerging markets.

Mendag juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Investasi Australia, Andrew Robb, membicarakan mengenai keprihatinan pemerintah Australia atas pemberitaan negatif mengenai Australia dan dampaknya terhadap sektor Ekonomi.

"Hingga saat ini belum ada hal-hal yang dapat mengubah kesepakatan antara Indonesia dan Australia," kata Gita menanggapi hal ini.

Menurut Gita, kesempatan itu membahas adanya dukungan Australia atas importasi sapi betina produktif dalam skala besar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved