Philips berbalik raih keuntungan pada 2013

Selasa, 28 Januari 2014 - 19:21 WIB
Philips berbalik raih...
Philips berbalik raih keuntungan pada 2013
A A A
Sindonews.com - Raksasa perusahaan peralatan listrik dan barang-barang rumah tangga, Philips kembali bangkit dengan meraih keuntungan pada 2013.

Dilansir dari AFP, Selasa (28/1/2014), kelompok asal Belanda itu berkembang pesat di sektor peralatan medis dengan margin tinggi. Di mana laba bersih pada 2013 mencapai 1,17 miliar euro (USD 1,6 miliar), berbalik dari kerugian 30 juta euro pada 2012.

Turnaround ini terutama disebabkan peningkatan pada margin kotor. Di mana pada kuartal terakhir keuntungan sebesar 412 juta euro dari kerugian yang sebanding 420 juta euro.

Philips menyebutkan angka tersebut menggambarkan peningkatan keuntungan dan penurunan biaya restrukturisasi, yang telah mengubah metode akuntansi selama tahun berjalan.

Penjualan pada 2013 turun sebesar 1,0 persen menjadi 23,3 miliar euro. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi lebih dari dua kali lipat sebesar 1,10 miliar euro atau 4,7 persen dari penjualan pada 2012 (sebesar 2,45 miliar euro atau 10,5 persen).

Kelompok itu menyebutkan perlu berhati-hati atas prospek untuk tahun ini karena ketidakpastian situasi ekonomi makro, risiko atas nilai tukar dan pengiriman jatuh pada kuartal keempat.

"Kami berharap 2014 akan menjadi langkah sederhana menuju target 2016. Kami juga memperhitungkan restrukturisasi untuk mendorong target produktivitas baru dan investasi dalam inisiatif pertumbuhan tambahan," kata Kepala Eksekutif Philips Frans van Houten.

Program restrukturisasi Philips dimulai pada 2011 ditujukan untuk menyelamatkan 1,1 miliar euro pada akhir 2014, terutama dengan memotong 6.700 pekerjaan.

Didirikan pada 1891, Philips mempekerjakan sebanyak 114.000 orang di seluruh dunia, dan pada 2012 lebih sedikit sekitar 2.000 orang.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pentingnya Budaya Perusahaan...
Pentingnya Budaya Perusahaan Berkelanjutan di Era Kompetisi Global
Implementasi Pajak Minimum...
Implementasi Pajak Minimum Global di Indonesia: Mekanisme dan Strateginya
10 Perusahaan Tambang...
10 Perusahaan Tambang Raksasa Penggerak Industri Global dengan Pendapatan Rp9.800 Triliun
5 Perusahaan Multinasional...
5 Perusahaan Multinasional Bergengsi Rekomendasi untuk Fresh Graduate
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Pertamina Torehkan Nama...
Pertamina Torehkan Nama di Daftar Fortune Global 500 Tahun 2021
Berita Terkini
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
32 menit yang lalu
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
58 menit yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
1 jam yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
2 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
3 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
4 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved