Pentingnya Budaya Perusahaan Berkelanjutan di Era Kompetisi Global
Rabu, 05 Maret 2025 - 16:46 WIB
loading...
Presiden Direktur OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan (dua kiri) saat berbicara di acara Indonesia Best CEO & Best CFO 2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Direktur OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan menyatakan pentingnya menerapkan gaya kepemimpinan adaptif fokus pada inovasi digital dan penguatan budaya berkelanjutan untuk mengembangkan perusahaan. Hal ini penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
"Kepemimpinan di era modern harus mencakup tiga aspek utama, yaitu adaptability, resilience, dan agility. Namun, di balik ketiga hal tersebut, yang paling penting adalah trust atau kepercayaan. Dengan adanya kepercayaan, baik kepada anggota tim maupun diri sendiri, tim akan mampu beradaptasi menghadapi tantangan seperti resesi global, dan terus tumbuh di tengah kesulitan ekonomi," ujar Betty dalam pernyataannya, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga: Literasi AI di Indonesia: Tantangan dan Peluang di Era Digital
Pendekatan kepemimpinan ini menjadi landasan utama dalam proses transformasi budaya yang tengah dijalankan oleh OCBC Sekuritas. Betty menekankan bahwa karyawan adalah aset terbesar perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keterbukaan, inovasi, dan pengembangan profesional.
"Di OCBC Sekuritas, kami mengusung paham everyone is a leader. Artinya, setiap karyawan adalah pemimpin, baik itu memimpin tim di bawahnya maupun sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab," tambahnya.
Selain itu, Betty juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam menghadapi dinamika industri yang terus berkembang. Langkah ini bertujuan untuk memberikan layanan yang lebih efisien bagi para investor.
"Dampak dari inovasi digital ini sangat besar, mulai dari peningkatan efisiensi operasional, kinerja perusahaan yang lebih baik, hingga peningkatan jumlah pengguna yang tentunya berdampak positif pada perkembangan bisnis perusahaan," ungkapnya.
"Kepemimpinan di era modern harus mencakup tiga aspek utama, yaitu adaptability, resilience, dan agility. Namun, di balik ketiga hal tersebut, yang paling penting adalah trust atau kepercayaan. Dengan adanya kepercayaan, baik kepada anggota tim maupun diri sendiri, tim akan mampu beradaptasi menghadapi tantangan seperti resesi global, dan terus tumbuh di tengah kesulitan ekonomi," ujar Betty dalam pernyataannya, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga: Literasi AI di Indonesia: Tantangan dan Peluang di Era Digital
Pendekatan kepemimpinan ini menjadi landasan utama dalam proses transformasi budaya yang tengah dijalankan oleh OCBC Sekuritas. Betty menekankan bahwa karyawan adalah aset terbesar perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keterbukaan, inovasi, dan pengembangan profesional.
"Di OCBC Sekuritas, kami mengusung paham everyone is a leader. Artinya, setiap karyawan adalah pemimpin, baik itu memimpin tim di bawahnya maupun sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab," tambahnya.
Selain itu, Betty juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam menghadapi dinamika industri yang terus berkembang. Langkah ini bertujuan untuk memberikan layanan yang lebih efisien bagi para investor.
"Dampak dari inovasi digital ini sangat besar, mulai dari peningkatan efisiensi operasional, kinerja perusahaan yang lebih baik, hingga peningkatan jumlah pengguna yang tentunya berdampak positif pada perkembangan bisnis perusahaan," ungkapnya.
Lihat Juga :