Indonesia perlu bangun tiga kilang BBM pada 2018
Minggu, 02 Februari 2014 - 17:25 WIB
Indonesia perlu bangun tiga kilang BBM pada 2018
A
A
A
Sindonews.com - Vice President Corporate PT Pertamina (persero) Ali Mundakir menuturkan, pemerintah pada prinsipya perlu membangun setidaknya tiga kilang baru dengan kapasitas 300.000 barel per hari pada 2018. Pembangunan kilang mendesak dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional.
Peningkatan kebutuhan BBM nasional diperkirakan mencapai 5 persen per tahun. Apabila kapasitas kilang BBM tidak ada tambahan maka pada lima tahun ke depan negara akan mengimpor sekitar 37 juta kiloliter atau setara dengan produksi BBM dari enam kilang nasional saat ini.
Adapun enam kilang milik Pertamina dengan total kapasitas sekitar 1 juta bph tersebut antara lain, Kilang BBM Cilacap berkapasitas 348.000 bph, Kilang BBM Balikpapan berkapasitas 260.000 bph, Kilang BBM Dumai berkapasitas 170.000 bph, Kilang BBM Balongan 125.000 bph, Kilang BBM Plaju 118 bph dan Kilang BBM Kasim 10.000 bph.
Lebih lanjut Ali mengatakan, pentingnya pembangunan kilang baru untuk menopang ketahanan energi nasional untuk menghindari impor BBM yang semakin lama semakin besar. Dengan pembangunan kilang baru akan mengurangi ketergantungan impor BBM.
“Strategi pembangunan kilang adalah pilihan kebijakan. Apakah pemerintah mau bergantung pada impor atau membangun kilang dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor bisa berkurang,” tuturnya.
Peningkatan kebutuhan BBM nasional diperkirakan mencapai 5 persen per tahun. Apabila kapasitas kilang BBM tidak ada tambahan maka pada lima tahun ke depan negara akan mengimpor sekitar 37 juta kiloliter atau setara dengan produksi BBM dari enam kilang nasional saat ini.
Adapun enam kilang milik Pertamina dengan total kapasitas sekitar 1 juta bph tersebut antara lain, Kilang BBM Cilacap berkapasitas 348.000 bph, Kilang BBM Balikpapan berkapasitas 260.000 bph, Kilang BBM Dumai berkapasitas 170.000 bph, Kilang BBM Balongan 125.000 bph, Kilang BBM Plaju 118 bph dan Kilang BBM Kasim 10.000 bph.
Lebih lanjut Ali mengatakan, pentingnya pembangunan kilang baru untuk menopang ketahanan energi nasional untuk menghindari impor BBM yang semakin lama semakin besar. Dengan pembangunan kilang baru akan mengurangi ketergantungan impor BBM.
“Strategi pembangunan kilang adalah pilihan kebijakan. Apakah pemerintah mau bergantung pada impor atau membangun kilang dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor bisa berkurang,” tuturnya.
(gpr)
Lihat Juga :