Usaha konveksi dan periklanan panen pesanan

Selasa, 04 Februari 2014 - 09:40 WIB
Usaha konveksi dan periklanan...
Usaha konveksi dan periklanan panen pesanan
A A A
Sindonews.com - Dua bulan menjelang pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu), sejumlah perusahaan konveksi dan periklanan (advertising) di Kulonprogo mulai panen pesanan (order).

Banyak calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) yang memesan atribut kampanye. Pemilik Hana Konveksi, Subandi mengatakan bahwa meningkatnya pesanan mulai dirasakan sebulan belakangan. Setiap hari hampir ada caleg dan tim sukses maupun parpol yang menanyakan harga dan atribut kampanye.

"Kebanyakan memang survei harga, tetapi sudah ada juga yang pesan," ujar dia di Kulonprogo, Selasa (4/2/2014).

Menurut Subandi, pesanan ini tidak hanya datang dari Kulonprogo, tetapi juga dari beberapa caleg dan parpol di Jawa Tengah. Bahkan juga datang dari Sumatera dan Kalimantan.
Sebagian besar permintaan adalah bendera dan kaos, meski begitu ada pesanan seragam, topi dan pernak-pernik kampanye lainnya.

Harga yang dijual bervariasi, tergantung kualitas bahan yang diinginkan. Untuk kaos harganya mulai dari Rp7.000 per potong hingga puluhan ribu. Namun harga tidak stabil karena
terpengaruh kondisi ekonomi, Fluktuasi nilai tukar dan banjir di Jakarta ikut menentukan harga jual.

"Per potong kita untung seribuan, itu sudah banyak," ujar dia.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, Hana Konveksi telah menyediakan delapan tukang jahit. Mereka juga meyediakan alternatif tambahan enam lokasi dengan masing-masing enam penjahit ketika pesanan melimpah.

Sementara pemilik Fun Com Advertising, Nurhuda mengatakan bahwa dirinya banyak mendapatkan pesanan, seperti stiker, kartu nama sampai poster dan digital printing. Selain itu, tidak sedikit yang pesan baliho dan kaos.

"Beberapa baliho juga kita kerjakan sampai pemasangan," ungkap dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PP 28/2024 Dinilai Semakin...
PP 28/2024 Dinilai Semakin Menekan Industri Periklanan
Profesional Industri...
Profesional Industri Periklanan Didapuk Jadi Direktur Pemasaran InJourney
Pelaku Industri Periklanan...
Pelaku Industri Periklanan Keberatan dengan RPP UU Kesehatan
Iklan Rokok Dilarang...
Iklan Rokok Dilarang Total, Ini Respons Pelaku Industri Periklanan
Pengaruhi Industri Kreatif,...
Pengaruhi Industri Kreatif, DPI dan ATVSI Ajukan Usulan RPP Kesehatan
Sineas Ef Loygara Kagum...
Sineas Ef Loygara Kagum dengan Kreativitas Pelaku Industri Periklanan Tanah Air
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved