ADRO catat rekor volume produksi pada 2013

Rabu, 05 Februari 2014 - 11:10 WIB
ADRO catat rekor volume...
ADRO catat rekor volume produksi pada 2013
A A A
Sindonews.com - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sepanjang tahun lalu berhasil mencatat rekor tertinggi volume produksi batu bara sebesar 52,27 juta ton.

Dalam keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dijelaskan bahwa capaian tersebut didukung tingginya permintaan pasar, kondisi cuaca yang normal dan kinerja yang baik dari kontraktor.

Perseroan menutup tahun 2013 dengan kondisi baik, di mana volume produksi pada kuartal IV/2013 mencatat kinerja kuartalan terbaik kedua. Pada tiga bulan terakhir 2013, volume produksi mencapai 13,59 juta ton karena meningkatnya permintaan tertama dari China.

Volume produksi dari tambang Paringin dan Wara meningkat 10 persen pada kuartal terakhir. Namun, produksi tambang Tutupan menurun 5 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Sepanjang 2013, Adaro memproduksi 1,69 juta ton batu bara dari tambang Paringin atau naik lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sementara volume produksi tambang Tutupan dan Wara relatif stabil dari 2012.

Di samping produksi, perseroan juga mencatat rekor tertinggi volume penjualan kuartalan sebesar 14,36 juta ton. Angka itu naik 2 persen dibanding kuartal sebelumnya atau 3 persen dibanding tahun sebelumnya.

Naiknya penjualan pada kuartal akhir tahun lalu didukung produk baru perseroan, yakni E4900 yang diapresiasi di China, Spanyol, Hongkong, India dan Indonesia, namun produk tersebut akan dihentikan penjualannya pada tahun ini.

Sementara itu, harga batu bara internasional pada kuartal IV/2014 balik arah menguat setelah mengalami koreksi sejak awal tahun. Harga batu bara Altantik (API2) naik 11 persen dan batu bara Pasifik (Global Coal Newcastle) meningkat 8 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Harga batu bara Indonesia kategori 5000 GAR menguat ke USD58 pada akhir tahun lalu. Sedangkan naiknya harga domestik China menjadi faktor penting di pasar batu bara Pasifik pada kuartal terakhir 2013.

Selain tingginya permintaan akibat persedian untuk musim dingin, harga domestik China didorong penetapan harga berkala antara produsen batu bara China dan perusahaan listrik utama.

Pada kuartal IV/2013, permintaan yang tinggi dari China menyumbang 18 persen dari total pendapatan penjualan batu bara perseroan. Ini selain didukung meningkatnya harga domestik juga langkah Adaro mengenalkan 4900 GAR di China.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boy Thohir Menjaga Performa...
Boy Thohir Menjaga Performa Bisnis Adaro di Tengah Pandemi
6 Jurusan Kuliah yang...
6 Jurusan Kuliah yang Dibutuhkan PT Adaro Minerals, Perusahaan dengan Saham Tercuan 2022
Adaro Optimistis Permintaan...
Adaro Optimistis Permintaan Batu Bara Meningkat hingga Akhir Tahun
1.000 Konsentrator Oksigen,...
1.000 Konsentrator Oksigen, Dukungan Adaro untuk Penanganan Covid-19
Boy Thohir dan Keluarganya...
Boy Thohir dan Keluarganya Borong 7,3 Juta Lembar Saham AADI
Waduh, Usai RUPST Akun...
Waduh, Usai RUPST Akun Instagram Adaro Energy Lenyap! Nyaris Seminggu Tak Bisa Diakses
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
37 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved