Pengembang rumah sederhana tunggu regulasi

Rabu, 05 Februari 2014 - 16:50 WIB
Pengembang rumah sederhana...
Pengembang rumah sederhana tunggu regulasi
A A A
Sindonews.com - Belum jelasnya harga jual rumah sederhana melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), membuat para pengembang perumahan sederhana di Jateng mengehentikan pembangunan.

Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah Bidang Rumah Sederhana, Andi Kurniawan mengatakan, Kementerian Perumahan sudah setuju kenaikan harga dari Rp88 juta menjadi Rp104 juta untuk di Jateng.

Namun, pihaknya masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan untuk penghapusan Pajak Penambahan Nilai (PPN). "Harganya sudah ada dan sudah disetujui tinggal menunggu menunggu persetujuan Menteri Keuangan untuk penghapusan PPN-nya," katanya, Rabu (5/2/2014).

Andi menuturkan, untuk realisasi pembangunan rumah sederhana pada 2013 hanya terealisasi sebanyak 1.500 unit, meleset jauh dari target 12 ribu unit. Karena minat pengembang untuk membangun perumahan sederhana melalui FLPP berkurang.

Nilai jual yang dipatok hanya sebesar Rp88 juta untuk rumah FLPP membuat pengembang kesulitan mencari lahan. Sebab itu, saat ini banyak pengembang yang beralih ke pembangunan perumahan-perumahan kelas menengah dengan kisaran harga jual antara Rp200 juta sampai Rp400 juta.

"Dari 60-70 anggota REI yang mengembangkan perumahan sederhana, sekarang beralih ke pengembangan perumahan kelas menengah. Karena memang harganya lebih ideal," kata dia.

Menurut Andi, dengan kenaikan besaran FLPP diharapkan akan meningkatkan minat para pengembang untuk membangun rumah sederhana. "Dengan kenaikan besaran FLPP, akan membantu pengembang mendapatkan lahan yang ideal untuk membangun," ujarnya.

Kepala REI Jateng bidang Promosi, Juremy mengatakan, kebutuhan rumah sederhana di wilayah Jateng saat ini mencapai 30 ribu unit.

"Pengembang rumah sederhana masih wait and see. Jika harus menjual dengan harga Rp88 juta sudah tidak ada margin. Idealnya di Semarang minimal Rp124 juta untuk tipe 36," katanya.

Juremy berharap, pemerintah bisa segera mengeluarkan regulasi untuk perumahan FLPP. Dia yakin jika harga rumah FLPP cukup bagus, maka pengembang perumahan sederhana akan kembali bergairah dan target 15 ribu unit akan bisa tercapai.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Membangun Standar Baru...
Membangun Standar Baru Industri Properti lewat Indonesia Real Estate Awards 2026
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Bangkitkan Industri...
Bangkitkan Industri Properti lewat Pameran Virtual
Sektor Properti Tetap...
Sektor Properti Tetap Jadi Primadona, Begini Strategi Industri di 2023
Berita Terkini
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
20 menit yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
1 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
1 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
12 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
12 jam yang lalu
Infografis
Spot, Robot Anjing yang...
Spot, Robot Anjing yang Bertugas Kawal Rumah Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved