Wall Street ditutup berbalik melemah

Kamis, 06 Februari 2014 - 08:53 WIB
Wall Street ditutup...
Wall Street ditutup berbalik melemah
A A A
Sindonews.com - Indeks di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat ditutup tergelincir dipicu variatifnya data ekonomi yang gagal mendorong penguatan pasar saham.

Dalam perdagangan saham yang fluktuatif, indeks S&P 500 mencapai sesi terendah 1.737,92 dan merupakan level terlemah sejak Oktober 2013, namun berhasil menguat dengan level tertinggi di 1.755,79.

Data ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi fokus investor setelah data manufaktur yang melemah, sehingga sempat membuat Wall Street terkoreksi dan memicu aksi jual saham pada awal pekan ini.

Sementara data yang dirilis pada Rabu memberi penjelasan kepada investor mengenai dampak cuaca yang ekstrim pada musim dingin ini terhadap ekonomi. Laporan tenaga kerja sektor swasta yang sedikit di bawah proyeksi menutup pertumbuhan sektor jasa pada Januari 2014.

"Data hari ini hampir menambah kebingungan dan ketidakpastian, apa sebenarnya yang harus kita yakini, apakah yang berhubungan dengan cuaca atau tidak," kata Senior Technical Strategist Schaeffer's Investment Research Ryan Detrick seperti dilansir Reuters, Kamis (6/2/2014).

Selain itu, investor juga mengkhawatiran bahwa data ekonomi lain yang melemah bisa menjadi indikasi dari masalah ekonomi makro yang lebih besar.

Indeks Dow Jones ditutup tergelincir 5,01 poin atau 0,03 persen ke 15.440,23; S&P 500 turun 3,56 poin atau 0,20 persen ke 1.751,64 dan Nasdaq melemah 19,968 poin atau 0,50 persen ke 4.011,552.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
18 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Operasi Pembongkaran...
Operasi Pembongkaran 30,16 Km Pagar Laut Tangerang Resmi Ditutup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved