Pertamina stop pasokan BBM subsidi kapal nelayan

Kamis, 06 Februari 2014 - 17:36 WIB
Pertamina stop pasokan...
Pertamina stop pasokan BBM subsidi kapal nelayan
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina Persero Unit Pemasaran (Upms) VI berhenti menyuplai Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan pengguna kapal di atas bobot 30 Gross Tonnage (GT).

Manager Business Support Area Sulawesi, Sigit Santoso mengatakan, penghentian pasokan efektif berlaku sejak 16 Januari pasca dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Nomor 29/07/Ka.BPH/2014.

"Pertamina sudah sosialisasi dan menyampaikan kepada semua penyalur BBM baik SPBN, SPDN, SPBU maupun APMS untuk bertindak sesuai SK. Bagi yang melanggar tentu akan disanksi," ungkapnya, Kamis (6/2/2014).

Dia mengatakan, sebagai operator pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran atas regulasi. Karena itu penyalur diimbau untuk patuh dan tidak melakukan tindakan sendiri dengan menjual di luar aturan.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Wilayah Sulsel, Busrah Abdullah menilai langkah yang diambil pemerintah sudah tepat. Kapal-kapal dengan kapasitas 30 GT merupakan nelayan berskala besar yang tidak layak mendapat subsidi BBM bersubsidi.

Dia menganggap, kapal di bawah 30 GT merupakan usaha kecil, sedangkan di atas 30 GT sudah menengah ke atas yang tidak berhak mendapat BBM subsidi.

"Ini sudah masuk pengusaha perikanan. Jadi wajar saja. Yang salah kalau untuk usaha kecil pasti kita protes," ujarnya.

Karena itu, pihaknya meyakini, pelarangan membeli BBM subsidi untuk kapal di atas 30 GT tidak akan membebani nelayan, karena kapal tersebut lebih banyak digunakan industri penangkapan ikan atau pemodal besar.

"Jadi harus dibedakan yang namanya nelayan dengan industri penangkapan ikan. Makanya jangan sampai nelayan melakukan demo karena dimanfaatkan pengusaha besar," ujarnya.

Busrah juga meminta pengawasan diperketat untuk mencegah terjadinya transaksi BBM bersubsidi bagi yang tidak berhak, mengingat kapal jenis ini di Sulsel jumlahnya mencapai ratusan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
53 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved