Beban meningkat, laba BDMN hanya naik 0,75%
Rabu, 12 Februari 2014 - 16:53 WIB
Beban meningkat, laba BDMN hanya naik 0,75%
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) sepanjang tahun 2013 mencatatkan pertumbuhan laba bersih sangat tipis di bawah 1 persen dibanding 2012.
Dalam laporan keuangan perusahaan, laba bersih Bank Danamon pada tahun lalu sebesar Rp4,04 triliun. Angka ini hanya naik 0,75 persen dari capaian 2012 sebesar Rp4,01 triliun.
Padahal sepanjang 2013, perseroan mencatatkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) menunjukkan tren positif yang tumbuh menjadi 95,1 persen.
"Sampai 31 Desember 2013, LDR Danamon mencapai 95,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 100,7 persen," kata Direktur Utama BDMN Henry Ho dalam paparan publik di Menara Danamon, Jakarta, Rabu (12/2/2014).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bank Danamon Vera Eve Lim menerangkan, tipisnya pertumbuhan kinerja yang dicatatkan lantaran adanya peningkatan beban bunga yang dialami perseroan seiring meningkatnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dan beban lainnya.
"Peningkatan beban bunga seiring peningkatan BI Rate, juga LPS rate juga meningkat, cost of fund juga meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan beban operasional. Jadi itu dampaknya terhadap margin," papar dia.
Selain itu, peningkatan beban operasional turut mempengaruhi kinerja pada 2013. Beban operasional perusahaan meningkat hingga 10 persen dari semula Rp8,8 triliun pada 2012 menjadi Rp9,69 triliun di 2013.
"Tahun lalu ada peningkatan ongkos untuk karyawan karena ada kenaikan UMR (upah minimum regional) dan ada kenaikan ongkos sewa gedung dan lain-lain," ujar dia.
Sementara pendapatan operasional perseroan pada tahun lalu juga naik tipis menjadi Rp18,46 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp17,35 triliun. Pendapatan bunga bersih juga naik sedikit dari Rp12,92 triliun pada 2012 menjadi Rp12,53 triliun.
Dalam laporan keuangan perusahaan, laba bersih Bank Danamon pada tahun lalu sebesar Rp4,04 triliun. Angka ini hanya naik 0,75 persen dari capaian 2012 sebesar Rp4,01 triliun.
Padahal sepanjang 2013, perseroan mencatatkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) menunjukkan tren positif yang tumbuh menjadi 95,1 persen.
"Sampai 31 Desember 2013, LDR Danamon mencapai 95,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 100,7 persen," kata Direktur Utama BDMN Henry Ho dalam paparan publik di Menara Danamon, Jakarta, Rabu (12/2/2014).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bank Danamon Vera Eve Lim menerangkan, tipisnya pertumbuhan kinerja yang dicatatkan lantaran adanya peningkatan beban bunga yang dialami perseroan seiring meningkatnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dan beban lainnya.
"Peningkatan beban bunga seiring peningkatan BI Rate, juga LPS rate juga meningkat, cost of fund juga meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan beban operasional. Jadi itu dampaknya terhadap margin," papar dia.
Selain itu, peningkatan beban operasional turut mempengaruhi kinerja pada 2013. Beban operasional perusahaan meningkat hingga 10 persen dari semula Rp8,8 triliun pada 2012 menjadi Rp9,69 triliun di 2013.
"Tahun lalu ada peningkatan ongkos untuk karyawan karena ada kenaikan UMR (upah minimum regional) dan ada kenaikan ongkos sewa gedung dan lain-lain," ujar dia.
Sementara pendapatan operasional perseroan pada tahun lalu juga naik tipis menjadi Rp18,46 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp17,35 triliun. Pendapatan bunga bersih juga naik sedikit dari Rp12,92 triliun pada 2012 menjadi Rp12,53 triliun.
(rna)
Lihat Juga :