Belum bayar biaya pencatatan, empat emiten disuspensi

Senin, 17 Februari 2014 - 14:56 WIB
Belum bayar biaya pencatatan,...
Belum bayar biaya pencatatan, empat emiten disuspensi
A A A
Sindonews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian perdagangan (suspensi) sebanyak empat saham emiten karena belum membayar biaya pencatatan tahunan (ALF) di 2014 hingga batas waktu 30 Januari 2014.

Kepala Divisi Penilaian perusahaan Group I BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, apabila Bursa belum menerima pembayaran biaya pencatatan tahunan dan denda di rekening Bursa dalam batas waktu 15 hari kalender terhitung sejak batas waktu pembayaran biaya pencatatan tahunan, maka Bursa memberikan sanksi suspensi perusahaan tercatat di pasar reguler.

"Suspensi di pasar reguler sampai dengan dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan dan denda tersebut," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi BEI, Senin (17/2/2014).

Dia mengungkapkan, keempat emiten yang hingga 14 Februari 2014 tidak melakukan kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan tahun 2014, yakni PT Steady Safe Tbk (SAFE) dengan total tagihan Rp107,8 juta. Karena saham SAFE dalam posisi disuspensi, maka BEI melanjutkan suspensi saham SAFE di pasar reguler dan tunai.

Suspensi lanjutan juga dilakukan untuk saham PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) di seluruh pasar. Adapun, total tagihan ASIA mencapai Rp110 juta.

Sementara dua emiten yang sahamnya baru saja disuspensi, yakni PT Intikeramik Alam Sari Industri Tbk (IKAI), dengan total tagihan senilai Rp110 juta dan PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) dengan total tagihan Rp66 juta. Kedua saham emiten ini disuspensi di pasar reguler dan tunai mulai sesi I perdagangan hari ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Daftar 10 Emiten Ini...
Daftar 10 Emiten Ini Disuspensi BEI selama 1 Tahun
Grand Launching ASEAN...
Grand Launching ASEAN Investment Challenge 2023
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
Rapor Bursa Sepekan,...
Rapor Bursa Sepekan, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.563 Triliun
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Berita Terkini
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
13 menit yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
4 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
5 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Diskon Bayar PBB-P2 Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved