Rasio utang RI lebih rendah dari ASEAN

Senin, 24 Februari 2014 - 10:05 WIB
Rasio utang RI lebih...
Rasio utang RI lebih rendah dari ASEAN
A A A
Sindonews.com - Rasio utang/Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih relatif rendah dibanding sejumlah negara ASEAN dan negara berkembang lainnya.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mencontohkan, Singapura pada 2012 memiliki utang?PDB mencapai 100 persen, Malaysia 52,5 persen dan Thailand sebesar 41,6 persen.

Sementara sejumlah negara emerging market, seperti Brasil memiliki rasio sebesar 68 persen, Afrika Selatan 38 persen dan India sebesar 68 persen.

Namun Firmanzah meminta semua pihak untuk mencermati pertumbuhan utang swasta di Indoensia yang telah mendorong rasio utang/PDB pada 2013 mencapai 30,24 persen.

"Meskipun rasio ini masih tergolong aman, namun kita semua perlu mencermati peningkatan jumlah utang luar negeri swasta,” kata dia dilansir dari laman setkab, Senin (24/2/2014).

Dia menuturkan, jika utang tersebut digunakan untuk hal-hal bersifat produktif dan dalam jangkauan kemampuan membayar menjadi hal yang wajar dilakukan, sehingga pemanfaatan dan peruntukan utang luar negeri oleh swasta perlu digunakan untuk aktivitas yang memiliki potensi keuntungan yang memadai.

“Ekspansi swasta di Indonesia sangatlah bisa dipahami karena memang selama ini Indonesia masih membutuhkan banyak investasi di sektor riil dan infrastruktur. Hal ini ditambah dengan upaya industrialisasi dan hilirisasi di sektor mineral dan pertambangan," ujar dia.

Menurut dia, kedua hal tersebut mendorong swasta untuk melakukan ekspansi usaha dan konsekuensinya adalah kebutuhan dana investasi yang sangat besar.

Meski demikian, dia meyakini bahwa pemerintah dan Bank Indonesia akan terus mengelola utang luar negeri Indonesia dalam batas yang aman, sehingga tidak membahayakan fundamental ekonomi yang telah terbangun kuat selama ini.

Adapun, hal yang akan terus dicermati adalah peningkatan debt service ratio (DSR) dari 34,95 persen pada 2012 naik menjadi 42,73 persen pada akhir 2013.

“Seiring dengan pelemahan pasar ekspor dunia sepanjang 2013 telah membuat DSR kita mengalami peningkatan. Pada 2014 seiring dengan membaiknya ekonomi sejumlah negara di Eropa, Jepang dan Amerika Serikat, kita optimis ekspor nasional akan mengalami peningkatan dan membuat DSR kita akan tetap terjaga dalam rentan tetap aman sepanjang 2014,” tutur dia.

Bank Indonesia (BI) pada Kamis (20/2/2014) dalam rilisnya menyebut, utang luar negeri pemerintah turun dari posisi USD116,1 miliar pada 2012 menjadi USD114,2 miliar pada 2013.

Sementara posisi utang luar negeri swasta nonbank mengalami lonjakan cukup signifikan dari USD103,2 miliar menjadi USD116,4 miliar pada akhir 2013. Utang luar negeri Bank Sentral juga mengalami penurunan dari USD9,9 miliar pada akhir 2012 turun menjadi USD9,2 miliarpada akhir 2013.

Kenaikan utang justru terjadi pada kelompok Swasta nonbank yang meningkat USD23 miliar pada 2012 menjadi USD24 miliar pada akhir 2013.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang Negara Meningkat...
Utang Negara Meningkat Selama Pandemi
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
10 Negara Tanpa Utang...
10 Negara Tanpa Utang Publik, Salah Satunya dalam Kondisi Berperang
Prabowo Teken PP Hapus...
Prabowo Teken PP Hapus Utang Macet UMKM, Petani, hingga Nelayan, Catat Syaratnya
Apa yang Terjadi Jika...
Apa yang Terjadi Jika Negara Bangkrut? Serem Nih...
Utang Negara Rp6.570,17...
Utang Negara Rp6.570,17 Triliun Bisa Dibayar Lewat Pajak, Ekonom: Terlalu Sederhana
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
6 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved