Sulsel tak butuh impor beras premium

Senin, 24 Februari 2014 - 17:23 WIB
Sulsel tak butuh impor...
Sulsel tak butuh impor beras premium
A A A
Sindonews.com - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo menegaskan, Sulsel tidak butuh impor beras jenis premium. Over stok yang terjadi di daerah ini mampu memenuhi kebutuhan daerah dan beberapa wilayah lain di Indonesia.

Menurutnya, saat ini yang harus diupayakan adalah perbaikan tata niaga beras terlebih dahulu. Adanya aturan yang jelas membuat agar pasar dalam negeri tidak terganggu.

"Sulsel ini lumbung beras, kenapa harus ada impor bahkan menyuplai beras untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI) kita mampu. Kita siap untuk itu," katanya, Senin (24/2/2014).

Kepala Bulog Divre VII Sulselbar, Tommy S Sikado mengatakan, pada 2014 Bulog menargetkan penyerapan beras premium sebanyak 1.000 ton di wilayah Sulselbar. Di mana pada 2013, pihaknya hanya berhasil menyerap 300 ton.

"Tahun ini targetnya meningkat sampai tiga kali lipat lebih. Kualitas beras premium kita pun sangat bagus karena tidak memiliki patahan,” jelasnya.

Meski kebutuhan masyarakat Sulsel cukup tinggi terhadap beras jenis ini, namun dengan produksi yang ada, Tommy mengklaim Sulsel sudah mampu memenuhi kebutuhan sejumlah provinsi di tanah air khusunya di kawasan Timur Indonesia.

Sementara, harga beras premium mencapai Rp9.500 per kilogram. Untuk pemasaran, Bulog bekerja sama dengan pengusaha supermarket dan pedagang penyuplai untuk memasarkan.

"Selain itu, Bulog cukup terbantu dengan penyaluran beras premium pada koperasi BRI di Sulsel. Jaringan kerja BRI cukup luas sehingga sangat tepat," imbuh dia.

Sebelumnya, Pimpinan Wilayah BRI Makassar Ahmad Chumaidi mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Bulog untuk membantu memasarkan beras premium yang selama ini hanya bisa diperoleh lewat UPGB (Unit Pengolahan Gabah dan Beras) dan Bulog Mart.

Masyarakat dapat memperoleh melalui koperasi BRI yang tersebar di 12 cabang. "Sebelum kerja sama ini dilakukan kami melakukan ujicoba tiga ton lebih dulu. Karena pasarnya bagus, maka kerja sama dilanjutkan. Untuk pengadaan kami tidak mematok jumlah paket beras yang akan dipasarkan, semua tergantung permintaan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Awas, Harga Beras Dapat...
Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
44 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved