Indeks S&P hampir ditutup pada rekor tertinggi

Selasa, 25 Februari 2014 - 08:31 WIB
Indeks S&P hampir ditutup...
Indeks S&P hampir ditutup pada rekor tertinggi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Wall Street pada hari Senin waktu setempat berakhir menguat, dengan indeks S&P 500 mencapai rekor intraday tertinggi. Kenaikan ini didukung keuntungan saham asuransi kesehatan dan aktivitas merger.

Meski semua indeks ditutup pada level tinggi, indeks Nasdaq mencetak level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Sedangkan indeks S&P 500 ditutup hampir mendekati rekor tertinggi 1.848,38.

Saham Humana Inc (HUM.N) dan UnitedHealth Group (UNH.N) mencatat kenaikan tertinggi di indeks S&P 500. Saham Humana melonjak 10,6 persen menjadi USD113,69, sedangkan saham UnitedHealth naik 3 persen menjadi USD76,01 dan saham Aetna Inc (AET.N) menguat 2 persen menjadi USD71,80.

Sementara lemahnya data ekonomi dipandang karena cuaca musim dingin yang ekstrim. Data terakhir menunjukkan indeks Chicago Fed National Activity pada Januari susut 0,39 dari bulan sebelumnya 0,16 seiring menurunnya sektor jasa menjadi 52,7 dari 56,7.

"Masih banyak harapan saat ini karena data ekonomi yang sedikit melemah itu akibat faktor cuaca," kata Manajer Portofolio Cozad Asset Management Bryant Evans seperti dilansir Reuters, Selasa (25/2/2014).

Kenaikan bursa tersebut juga didukung berita bahwa Presiden Ukraina Viktor Yanukovich digulingkan. Kekosongan kekuasaaan dan perekomian yang ambruk di negara tersebut memberi ketenangan terhadap sejumlah kekhawatiran.

Indeks Dow Jones ditutup menguat 103,84 poin atau 0,64 persen menjadi 16.207,14; indeks S&P 500 naik 11,36 poin atau 0,62 persen menjadi 1.847,61 dan Nasdaq melonjak 29,558 poin atau 0,69 persen menjadi 4.292,968.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
13 menit yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
35 menit yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
1 jam yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
2 jam yang lalu
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
2 jam yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
12 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved