BRI kerahkan 110 ribu unit layanan perbankan

Kamis, 27 Februari 2014 - 11:39 WIB
BRI kerahkan 110 ribu...
BRI kerahkan 110 ribu unit layanan perbankan
A A A
Sindonews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), satu-satunya bank yang dinilai siap dan mampu mengimplementasikan Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN G-2) oleh pemerintah.

Aplikasi MPN G-2 yang dibangun Kementrian Keuangan (Kemenkeu) bekerja sama dengan perbankan, merupakan sarana bagi Wajib Pajak (WP), Wajib Bayar (WB) dan Wajib Setor (WS) untuk melakukan pembayaran penerimaan negara. Antara lain, pajak, cukai dan pabean, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dengan mengedepankan prinsip tepat orang, tepat waktu dan tepat jumlah.

Guna menyukseskan program tersebut, BRI, sebagai mitra Kemenkeu akan mengerahkan lebih dari 110 ribu unit layanan.

"BRI akan kerahkan 19 ribu ATM, lebih dari 85 ribu EDC, dan lebih dari 9.800 unit kerja BRI di seluruh Indonesia, BRI siap memberikan kemudahan dan beragam pilihan bagi WP, WB maupun WS untuk melakukan transaksi pembayarannya," ujar Direktur Utama BRI, Sofyan Basir di Jakarta, Kamis (27/2/2014).

Sofyan mengatakan, dengan suksesnya MPN G-2, akan berdampak positif bagi penerimaan negara. Implementasi MPN G-2 ini diharapkan akan meningkatkan penerimaan negara 2014, yang ditargetkan mencapai Rp1.667,1 triliun.

Penerimaan tersebut dari pajak sebesar Rp1.110,2 triliun, penerimaan cukai dan pabean sebesar Rp170,2 triliun, PNBP sebesar Rp385,4 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp1,4 triliun.

Dia menuturkan, tidak seperti MPN G-1, di mana transaksi pembayaran hanya dapat dilakukan di counter bank (teller) pada jam operasional bank. Namun, MPN G-2 ini memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi WP, WB atau WS untuk bertransaksi sendiri.

"Karena selain di teller, juga dapat dilakukan di ATM BRI, EDC BRI, internet banking BRI atau mobile banking BRI. Jadi baik WP, WB ataupun WS tinggal meng-input ID Billing, pada salah satu e-channel BRI, kemudian akan keluar identitas WP, WB atau WS, beserta nominal besaran pajak yang harus dibayarkan," ujar Sofyan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengumuman! KB Bank...
Pengumuman! KB Bank Resmi Ganti Nama Perusahaan Jadi PT Bank KB Indonesia Tbk
Bank BRI Tebar Dividen...
Bank BRI Tebar Dividen Jumbo Rp26,4 Triliun dari Laba Bersih 2021
Forbes Tempatkan BSI...
Forbes Tempatkan BSI dalam Jajaran 5 Bank Terbaik Indonesia
Cetak Laba Besar, BSI...
Cetak Laba Besar, BSI Bayar Zakat Lebih dari Rp122,5 Miliar
BRI Luncurkan Logo HUT...
BRI Luncurkan Logo HUT ke-130, Angkat Tema Satu Bank Untuk Semua
Pembuktian Keberhasilan...
Pembuktian Keberhasilan Transformasi di Tengah Pandemi, BRI Raih 7 Penghargaan Bergengsi
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
56 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Korea Utara Pamerkan...
Korea Utara Pamerkan Kapal Perang Perusak Berbobot 5 Ribu Ton
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved