Wall Street anjlok dipicu ketegangan Ukraina-Rusia

Selasa, 04 Maret 2014 - 09:00 WIB
Wall Street anjlok dipicu...
Wall Street anjlok dipicu ketegangan Ukraina-Rusia
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir terkoreksi seiring dengan aset beresiko lainnya menyusul meningkatnya ketegangan politik di Ukraina dan Rusia setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan akan menyerang negara tetangganya tersebut.

Rencana itu mendapat kecaman dari Washington, yang mengancam akan mengisolasi ekonomi Rusia. Kondisi ini di tengah data Amerika Serikat (AS) di atas perkiraan, termasuk indeks aktivitas pabrik pada Februari 2014, yang berhasil balik arah dari level terendah dalam delapan bulan.

"Masih terlalu dini mengatakan apakah saat ini menjadi kesempatan membeli karena kita perlu melihat sejauh mana ketegangan politik antara Ukraina dan Rusia terjadi. Tapi saya menyarankan hedging sebelum melakukan spekulasi," kata Managing Director of Active Trading and Derivatives Charles Schwab, Randy Frederick seperti dilansir Reuters, Selasa (4/3/2014).

Pasar saham dan obligasi Rusia turun tajam, bahkan Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga untuk mempertahankan nilai mata uangnya. Indeks saham utama Moskow, MICEX anjlok 10,8 persen dan indeks saham IRTS turun 12 persen.

Kejatuhan pasar saham sebagai imbas dari krisis politik di negara tersebut dan mengakibatkan rentannya ekonomi Rusia. Hal ini sulit untuk menyeimbangkan anggaran dan berpotensi melemahkan kegiatan ekonomi maupun dukungan publik untuk Putin.

Sementara itu, saham energi berpotensi jatuh jika hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia makin memburuk.
"Apa pun yang melibatkan pemboikotan pasokan dalam jumlah besar dapat mempengaruhi sektor energi secara dramatis," kata Presiden Investasi LibertyView Capital Management Rick Meckler.

Harga minyak mentah Brent naik USD2,13 menjadi USD111,20 per barel, sementara harga minyak mentah AS naik USD2,33 menjadi USD104,92 per barel. Indeks sektor energi S&P ditutup turun 0,6 persen.

Sementara harga emas mencapai level tertinggi empat bulan karena investor mencari aset safe haven dan meningkatkan saham emas. Saham AngloGold Ashanti (AU.N) naik 2,2 persen menjadi USD17,96.

Indeks Dow Jones ditutup turun 153,68 poin atau 0,94 persen menjadi 16.168,03; indeks S&P 500 anjlok 13,72 poin atau 0,74 persen menjadi 1.845,73 dan Nasdaq jatuh 30,818 poin atau 0,72 persen menjadi 4.277,301.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
37 menit yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
52 menit yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
1 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
1 jam yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
2 jam yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved